Jenazah Warga NTT Telantar di Denpasar

Jenazah seorang warga NTT, Markus.
Jenazah seorang warga NTT, Markus.
Jenazah seorang warga NTT, Markus.

DENPASAR, Lomboktoday.co.id—Setelah jenazah telantar Yosep Tukan dikremasi warga Lamaholot, Bali, pada 24 Agustus 2012 lalu, kini jenazah seorang warga NTT, juga telantar di kamar mayat RSUD Denpasar.

Pria bertubuh kurus itu, sementara tercatat dengan nama Markus, dibawa ke RSUD Wangaya pada 3 Februari 2012 lalu, sekitar pukul 21.30 Wita, setelah tewas ditabrak di Jalan Gatot Subroto Tengah, Denpasar.

Sayangnya, tidak ada identitas diri seperti KTP atau Kipem (Kartu Identias Penduduk Musiman), sehingga pengurus Flobamora Bali belum dapat menghubungi keluarganya. Akibatnya juga jenazahnya belum bisa dikuburkan secara layak. Selain tak memiliki identitas, kondisi jenazah yang terluka parah di wajah dan sudah rusak, sehingga sulit dikenali.

Informasi yang diperoleh dari Kanit Laka Polresta Denpasar, AKP Rachmawaty menyebutkan, saat itu korban hendak menyeberang jalan dari arah Jalan Pidada ke Jalan Gatoto Subroto.

Dari arah timur, muncul sepeda motor dengan plat Nomor Polisi P 6628 ZI yang dikendarai Iskar Putra langsung menabrak Markus. Akibatnya, buruh bangunan ini langsung tewas di tempat. ‘’Iskar Putra langsung kami tahan dan ditetapkan sebagai tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka ini juga tidak punya SIM,’’ terang AKP Rachmawaty.

Ketua Lamaholot Denpasar, Abdulah Taib menyebutkan, awalnya dia mendapat informasi ada warga Flores Timur bernama Markus tewas lakalantas dan jenazahnya disimpan di RSUD Wangaya. Setelah melakukan pelacakan di tempat kerjanya, Taib justeru mendapat nama lain. ‘’Namanya bukan Markus, tetapi Lukas dan berasal dari Ende,’’ kata Taib menirukan, seorang teman korban asal Sumba.

Karena itu, Taib meneruskan informasi ini kepada Yuven, Ketua Wua Wesu, Paguyuban Ende di Bali. Namun, setelah dilacak Yuven, ternyata informasinya korban berasal dari Mataloko, tepatnya sekitar Pasar Mataloko. Yuven akhirnya meneruskan informasi ini kepada Agus Lobo, Ketua Ikada Bali.  Agus yang lahir besar di sekitar Pasar Mataloko, setelah menghubungi keluarga di sana, ternyata tidak ada yang bernama Markus atau Lukas. Agus akhirnya menyerahkan soal identitas jenazah ini kepada pengurus Flobamora Bali untuk melacaknya.

Ketua Flobamora Bali, Yusdi Diaz, berharap melalui pemberitaan di media dan jejaring sosial, identitas pemuda ini bisa terungkap. ‘’Jika dalam waktu 2 atau 3 hari tidak ada yang mengaku sebagai keluarganya, terpaksa kita kremasi lalu abunya dibuang di laut. Ya, seperti yang pernah kita lakukan lah,’’ ujarnya.

Dia mengaku, pihaknya selalu mengimbau supaya warga Flobamora khususnya Lama Holot, Flores Timur, yang tinggal di Bali , melengkapi diri dengan identitas yang jelas, ternyata hal yang sama terulang terus. ‘’Ini demi pertimbangan kemanusiaan, karena jenazahnya sudah rusak. Apalagi pihak kepolisian siap mengeluarkan surat izin kremasi jika ada pihak yang bertanggung jawab, dalam hal ini tentu pengurus Flobamora Bali,’’ pungkasnya.

Yusdi meminta  warga NTT yang mengenali foto korban ini supaya segera menghubungi Wakil Sekretaris Umum Flobamora Bali, Rahman Sabon Nama, via HP 085 338 711 500.(bkg)

Leave a Reply

Your email address will not be published.