Pungli Sertifikat Tanah, Kades Diadili

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Kepala Desa Banyukambang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Saudi, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Senin (18/2).

Kades disidang di Ruang Tipikor PN Mataram, sebagai terdakwa kasus perkara pungutan liar pengurusan sertifikat tanah pada Proyek Operasional Massal Pertanahan (Prona) 2011 lalu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa kades tersebut menerima dana secara tidak sah dalam proses pengukuran dan pengurusan sertifikat tanah di desanya.

Dengan alasan itu, JPU pun menuntut terdakwa sesuai Pasal 11 UU Tipikor. Dari para pemohon yang berjumlah ratusan orang, Saudi  diduga telah melakukan pungutan kepada masing-masing pemohon yang nilainya beragam, dari Rp850 ribu sampai Rp2 juta.

‘’Terdakwa melaksanakan hal yang bertentangan dengan kewajibannya yaitu membentuk Kepanitiaan Prona dengan mengumpulkan peserta Prona dan membebani biaya Rp850 ribu sampai dengan Rp 2 juta per bidang tanah,’’ kata Jaksa Saptini yang menangani perkara terdakwa Saudi .

Menurut Jaksa, Prona sudah dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara agenda sidang berikutnya, akan dilaksanakan pada Rabu (20/2) mendatang dengan agenda akan menghadirkan saksi ahli dan saksi yang meringankan pembela.(kh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.