Sukarno Divonis 4 Tahun Penjara

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Tertangkap tangan saat membawa ganja seberat 3,5 gram, terdakwa Sukarno, warga Perumnas Tanjung Karang, Kota Mataram, divonis empat tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider dua bulan oleh majelis hakim yang diketuai Widiarso.

‘’Tindakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kepemilikan sedikitnya 3,5 gr ganja kering di dalam tas ransel warna hitam, sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang (UU) No.35 tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 111 ayat 1, maka terdakwa divonis empat tahun penjara dan denda Rp800 juta, serta memerintahkan terdakwa untuk tetap ditahan,’’ kata Ketua Majelis Hakim, Widiarso, saat membacakan vonis terhadap terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Rabu (20/2).

Widiarso menjelaskan, tindakan terdakwa ini telah meresahkan masyarakat dan tidak ada usaha untuk mendukung program pemerintah dalam pemberantasan peredaran Narkotika di Indonesia. ‘’Yang meringankan terdakwa, yakni berlaku sopan selama proses persidangan,’’ ungkapnya.

Sementara Penasihat Hukum (PH) terdakwa Sukarno, Adliam Curcil mengatakan, pihaknya menyerahkan semua hasil vonis dari majelis hakim ke terdakwa. Pasalnya, pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin untuk membela hak terdakwa. Namun untuk vonis, itu menjadi hak terdakwa mau menerima atau menyatakan banding. ‘’Selama ini dari kami selaku Penasihat Hukum, sudah berusaha semaksimal mungkin supaya terdakwa bisa mendapatkan vonis yang ringan dari majelis hakim. Tapi, wewenang untuk memutuskan ada di tangan majelis hakim dan itu harus dihormati. Cuma terdakwa juga memiliki hak untuk menerima atau menyatakan banding atas vonis itu,’’ katanya.

Terungkap di persidangan, tindak pidana yang dilakukan Sukarno terjadi pada 15 September 2012 lalu di Jalan Kapuas, Perumnas Tanjung Karang. Dan Sukarno tertangkap basah membawa 3,5 gr ganja.(kh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.