Giliran Loteng yang Dimonev

Suasana diskusi terkait penataan kawasan obyek wisata dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di kawasan Kuta, Loteng.
Kabid Kerjasama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Loteng, L Zainal Abidin saat memberikan pengantar pada acara monev di KUB Kompak, Kopang.
Kabid Kerjasama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Loteng, L Zainal Abidin saat memberikan pengantar pada acara monev di KUB Kompak, Kopang.

LOTENG, Lomboktoday.co.id—Setelah dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) program unggulan/terobosan di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Barat, kini Bappeda Propinsi NTB melakukan kegiatan serupa di Kabupaten Lombok Tengah, pada Kamis (21/2).

Dimana, Bappeda NTB melakukan monev program unggulan/terobosan di tiga lokasi. Pertama, di Dusun Ngorok, Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, mengenai industry olahan PIJAR di KUB Kompak. Kedua, di Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, mengenai Absano dan Adono di Rumah Pintar Pandawa. Ketiga, di kawasan Kuta, mengenai Visit Lombok Sumbawa.

Kegiatan monev tersebut dipimpin langsung Kepala Bappeda Propinsi NTB, H Rosiady Sayuti. Di KUB Kompak, Dusun Ngorok, Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Loteng, tim monev Propinsi NTB diterima Kabid Kerjasama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Loteng, L Zainal Abidin, Ketua KUB Kompak, Bq Adriani dan sejumlah pejabat Bappeda Loteng.

Kabid Kerjasama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Loteng, L Zainal Abidin mengatakan, pihaknya membina kelompok khususnya diolahan pangan. Pada 2012 lalu, setidaknya ada sekitar 170 orang dari tujuh kelompok yang diberikan pelatihan keterampilan olahan pangan dengan menelan biaya sebesar Rp400 juta dari APBD Loteng.

‘’Mudah-mudahan tahun 2013 ini, anggarannya bisa meningkat, sehingga jumlah anggota yang diberikan pelatihan keterampilan olahan pangan bisa bertambah,’’ katanya.

Zainal Abidin menyampaikan, pihaknya membutuhkan dukungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) NTB guna mendukung program terobosan/unggulan, baik dari segi peralantan dan lainnya. Karena selama ini, dari sisi bahan baku masih menjadi persoalan. Begitu juga dengan kemasan, pihaknya berharap ada rumah kemasan di propinsi, sehingga ini bisa memudahkan para pengerajin dalam hal kemasan produknya.

Kepala Bappeda NTB, H Rosiady Sayuti saat memberikan sambutan pada acara monev di KUB Kompak, Kopang.
Kepala Bappeda NTB, H Rosiady Sayuti saat memberikan sambutan pada acara monev di KUB Kompak, Kopang.
Kepala Bappeda NTB, H Rosiady Sayuti (paling kiri) saat meninjau hasil produk olahan pangan di KUB Kompak, Kopang.
Kepala Bappeda NTB, H Rosiady Sayuti (paling kiri) saat meninjau hasil produk olahan pangan di KUB Kompak, Kopang.

‘’Hasil produk, sudah tidak ada masalah. Di Kopang, sudah berjalan olahan pangan. Cuma yang perlu menjadi perhatian kita adalah dari segi SDM (sumber daya manusia), sehingga kami coba untuk membeli management,’’ ungkapnya.

Kepala Bappeda NTB, H Rosiady Sayuti mengatakan, tahapan pembangunan Propinsi NTB, memang seperti itu. Dimana, pihaknya ingin memperbanyak para ibu-ibu untuk menggeluti industry olahan. Bahkan, pada 2013 ini, pihaknya akan membantu dalam hal menumbuhkan wirausaha baru. Dimana, pihaknya akan menambah modal kerja maupun dari segi peralatan, sehingga hasil produksi olahan para wirausaha tersebut ini bisa bertambah.

‘’Pemprop NTB akan melihat kebutuhan riil untuk menambah hasil produksi. Karena bantuan ini akan diberikan secara bergilir dan bertahap. Untuk itu, produksi nanti ditambah dan kualitas harus diperbaiki atau ditingkatkan,’’ katanya.

Kepala Bappeda NTB, H Rosiady Sayuti memberikan sambutan pada saat monev di Rumah Pintar Pandawa, Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Loteng.
Kepala Bappeda NTB, H Rosiady Sayuti memberikan sambutan pada saat monev di Rumah Pintar Pandawa, Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Loteng.

Setelah meninjau hasil produksi olahan pangan, Kepala Bappeda NTB, H Rosiady Sayuti bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Rumah Pintar Pandawa di Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya. Di tempat ini, tim monev akan melihat dari dekat mengenai kelompok keaksaraan fungsional dan kelompok keaksaraan usaha mandiri.

Setibanya di Rumah Pintar Pandawa, Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Kepala Bappeda NTB, H Rosiady Sayuti bersama rombongan diterima Sekretaris Dinas Dikpora NTB, H Imhal dan jajarannya bersama pengelola Rumah Pintar Pandawa.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Dinas Dikpora NTB, H Imhal menjelaskan, di Rumah Pintar Pandawa ini, terdapat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Keaksaraan Fungsional (KF) Dasar, Keaksaraan Fungsional (KF) Usaha Mandiri, Keterampilan Tenun, Keterampilan Perak.

‘’Agar program-program ini bisa berjalan lancar, maka kami mohon dukungan dari SKPD terkait, baik di tingkat kabupten maupun propinsi,’’ katanya.

Sementara itu, Kepala Bappeda NTB, H Rosiady Sayuti mengharapkan agar kualitas tenun yang dihasilkan oleh Rumah Pintar Pandawa ini bisa baik, benangnya baik, sehingga harganya pun nanti bisa bagus.

Inilah kain tenun hasil produksi para penenun di Rumah Pintar Pandawa, Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Loteng.
Inilah kain tenun hasil produksi para penenun di Rumah Pintar Pandawa, Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Loteng.

Hasil tenun Rumah Pintar Pandawa tersebut, selama ini sudah ada yang dibawa ke luar daerah, bahkan ke Jakarta. Ini menandakan bahwa hasil tenun Rumah Pintar Pandawa tidak kalah bagusnya dengan produk-produk di tempat lain. Disamping itu, Rumah Pintar Pandawa ini bisa dijadikan sebagai tempat penitipan produk, mengingat sudah ada forum yang menanganinya. Sehingga, masyarakat di daerah ini bukan hanya menjadi seorang penenun semata, tapi bisa menjadi seorang pengusaha. Karena di tempat ini, bisa mengembangkan industry olahan. Dengan demikian, masyarakat bisa menambah penghasilan rumah tangganya.

‘’Saya akui, memang kendala masyarakat kita selama ini adalah dari segi permodalan. Dan hal ini menjadi pemikiran kita bersama untuk mencari sebuah terobosan ke depannya,’’ katanya.

Mengingat dalam kesempatan itu dipanggil Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, maka Rosiady Sayuti tidak bisa menemani tim monev sampai di Kuta, Loteng, sehingga ia pun segera bergegas menuju Mataram. Sementara kegiatan monev ke kawasan Kuta, Loteng, didelegasikan ke jajarannya.

Suasana diskusi terkait penataan kawasan obyek wisata dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di kawasan Kuta, Loteng.
Suasana diskusi terkait penataan kawasan obyek wisata dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di kawasan Kuta, Loteng.

Di kawasan Kuta, Loteng, tim monev melakukan monitoring mengenai penataan kawasan obyek wisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang ada di kawasan Pantai Kuta. Di tempat ini, juga dilakukan tanya jawab dan diskusi seputar kondisi pariwisata NTB, terutama mengenai pariwisata Loteng. Banyak ide-ide dan gagasan yang muncul dari hasil tanya jawab dan diskusi tersebut. (ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.