104 Guru Agama Belum Terima Sertifikasi

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Sebanyak 104 orang guru Agama di bawah naungan Kementerian Agama Lombok Timur, sampai saat ini belum menerima tunjangan sertifikasi tahun 2011 lalu.

Setidaknya, tunjangan sertifikasi yang belum diberikan oleh pihak Kemenag RI kepada para guru Agama itu, kisarannya antara 2-10 bulan. Rencananya akan dicairkan pada 2012 lalu, tapi hingga Februari 2013 ini, tunjangan sertifikasi guru tersebut, belum juga dicairkan. Anehnya lagi, yang belum menerima tunjangan sertifikasi itu adalah para guru yang berstatus PNS, sedangkan yang non PNS sudah diberikan semua.

Kepala Seksi (Kasi) Mapenda Kemenag Lotim, H Saifun Nasri saat dikonfirmasi, membenarkan sebanyak 104 orang guru Agama berstatus PNS, belum menerima pembayaran tunjangan sertifikasi secara keseluruhan, dengan nilai bervariasi antara 2-10 bulan. Hal ini disebabkan oleh anggaran dari pemerintah pusat. Dimana, dari dana sertifikasi di DIPA 2011, merupakan pendataan yang dilakukan sejak 2007-2011, sehingga jumlah penerima sertifikasi itu sudah masuk ke dalam DIPA 2011. Tapi, kenyataannya alokasi anggaran yang diberikan pemerintah pusat untuk membayar sertifikasi tahun 2011 kurang.

‘’Kami tetap membayarkan sisa kekurangannya. Sebenarnya bukan uangnya yang kurang, tapi alokasinya tidak sesuai dengan jumlah penerima. Untuk tunjangan sertifikasi bagi non PNS, sudah tidak ada masalah, karena semuanya sudah diberikan,’’ katanya di Selong, Selasa (26/2).

Mantan Puket III Bidang Kemahasiswaan STKIP Hamzanwadi Selong ini menjelaskan, jika melihat dari alokasi yang ada, justeru dana sertifikasi guru non PNS kelebihan, sedangkan untuk PNS malah sebaliknya, sangat kurang. Hal itu karena anggaran sertifikasi untuk guru PNS masuk di non PNS, tapi setelah dikonfirmasi ke pihak bendahara, anggaran sertifikasi non PNS tidak bisa dialihkan ke guru PNS. Jadi, harus dikembalikan ke kas negara.

Bahkan, pihaknya sudah menghubungi pusat agar guru yang belum dibayarkan tunjangan sertifikasi itu, bisa diberikan pada 2012 lalu. Namun, pada 2012 lalu, pembayarannya belum juga bisa dituntaskan, mengingat masih ada yang belum selesai pembayarannya untuk tahun 2011. Meski begitu, pihaknya akan tetap berupaya agar tunjangan sertifikasi guru PNS itu tetap dibayarkan.

‘’Setelah berkoordinasi, akhirnya pembayarannya akan dilakukan pada tahun 2013 ini. Karena, pada DIPA tahun 2013, semua tunjangan sertifikasi untuk tahun 2011 sudah masuk. Paling telat bulan Maret bisa diambil kekurangannya,’’ ungkapnya.

Saifun Nasri meminta para guru yang belum terbayarkan semua uang sertifikasi guru untuk tetap bersabar. Karena, pihaknya sampai saat ini masih tetap memperjuangkan hak para guru PNS.

‘’Sebanyak 104 guru yang belum terbayarkan sertifikasinya itu, diperbantukan di sekolah negeri dan madrasah, dan memiliki Nomor Register Guru (NRG),’’ ujarnya.(sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *