Warga-Investor Nego Harga Sewa Lahan Garam

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Investor bersama warga melakukan negosiasi mengenai harga sewa lahan garam kepada pemilik lahan di tiga desa yang ada di wilayah Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

Ketiga desa dimaksud, diantaranya; Desa Jerowaru, Pemongkong dan Desa Sekaroh. Investor yang berasal dari Korea itu, akan menanamankan investasi di bidang budidaya garam.

‘’Investor dari Korea itu, rencananya untuk keperluan investasinya membutuhkan lahan seluas 1.000 hektar yang ada di tiga desa itu. Tapi, yang baru menjadi prioritas seluas 400 hektar, dan sisanya akan dilakukan secara bertahap’’ kata Camat Jerowaru, Purnama Hadi kepada wartawan di kantor bupati Lotim, Kamis (28/2).

Purnama Hadi mengatakan, ada tiga tawaran yang diajukan kepada masyarakat pemilik lahan, yakni dengan sistem beli, sewa dan bagi hasil, tapi yang paling banyak diterima oleh pemilik lahan adalah dengan sistem sewa. Tentu dengan tidak merugikan masyarakat pemilik lahan maupun investor yang akan menanamkan investasinya.

‘’Masyarakat meminta sewa untuk satu hektar dengan nilai sewanya Rp10-20 juta per tahun, dan lama sewa 20-30 tahun. Inilah yang masih kami bicarakan. Dengan adanya investor yang akan menanamkan invetasinya pada bidang budidaya garam ini, tentu akan meningkatkan prekonomian masyarakat kearah yang lebih baik,’’ ungkapnya.

Mantan Camat Sakra Barat menjelaskan, jika dilihat dari potensi garam yang ada di lokasi itu, sangat besar dan bisa menghasilkan antara 60-70 ton garam per tahunnya. Dari hasil penelitian yang dilakukan investor itu, jika dikelola dengan baik, maka garam di lokasi itu akan bisa menghasilkan sekitar 240 ton per hektarnya.

‘’Kalau dikelola dengan baik, potensi garam di wilayah Jerowaru sangat tinggi dan bisa tiga kali panen. Garam yang dikelola ini, merupakan garam rakyat yang sangat menjanjikan kedepannya,’’ ujarnya.(sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.