Wartawan Diminta Buat Berita Faktual

WORKSHOP MEDIA: Kegiatan Workshop Media Jurnalistik di Lesehan Pondok Bambu, Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong.
WORKSHOP MEDIA: Kegiatan Workshop Media Jurnalistik di Lesehan Pondok Bambu, Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong.
WORKSHOP MEDIA: Kegiatan Workshop Media Jurnalistik di Lesehan Pondok Bambu, Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong.

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy meminta kepada insan media cetak, elektronik, maupun media online yang bertugas di wilayah Lombok Timur untuk membuat berita sesuai dengan fakta yang ada, tanpa mengedepankan opini dari wartawan bersangkutan.

Karena, jika wartawan lebih banyak mengedepankan opini dalam membuat berita yang diinformasikan ke masyarakat, maka akan berdampak kurang baik kepada publik. Sehingga, hal itu harus benar-benar dihindari oleh para wartawan di dalam membuat berita.

‘’Saya tidak menampik kalau dari hasil pengamatan yang kami lakukan terhadap informasi yang ditulis oleh wartawan pada mediannya masing-masing, masih ada beritanya yang lebih mengedepannya opini, ketimbang fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan,’’ kata Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy disela-sela pembukaan Workshop Media di Lesehan Pondok Bambu, Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Sabtu (02/3).

Pada sisi lain, kata Sukiman Azmy, peran media massa di Lotim, sangat besar dalam membantu Pemkab Lotim untuk mempublikasikan berbagai kegiatan pembangunan yang terjadi. Sehingga, hal ini patut diberikan apresiasi terhadap sumbangsih yang telah berikan untuk daerah ini. ‘’Kalau wartawan lebih banyak menulis subyektifitas dan opini di mediannya, maka sudah barang tentu akan menimbulkan resistensi kepada masyarakat dari berita yang disajikan itu,’’ ungkapnya.

Karenanya, mantan Dandim 1615 Lotim ini mengimbau pada semua insan pers di Lotim untuk tetap membuat berita atau informasi kepada masyarakat sesuai dengan koridor yang ada, tanpa ada yang dilebihkan/dikurangi dari berita yang akan disajikan itu. Dan mengacu pada dua aspek, yakni kesejahteraan dan keamanan. Kedua aspek ini tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya, karena saling ketergantungan.

‘’Kode etik jurnalistik harus tetap dijunjung sebagai acuan dalam membuat berita yang berimbang dan tidak melakukan pelanggaran,’’ ungkapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Sekretaris PWI Cabang NTB, H Rudi Hidayat mengatakan, semua wartawan dalam membuat berita, sudah ada kode etik yang menjadi pegangannya. Agar tidak salah dalam melangkah dan menyajikan berita kepada masyarakat.

‘’Jangan banyak opini yang main dalam membuat berita, tapi harus tetap mengacu pada hasil temuan di lapangan. Seringkali masyarakat terjebak dalam membuat berita dengan mengedepankan opini,’’ kata Pimpinan Umum Radar Lombok ini.(sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.