Empat Spesialis Congkel Jok Diringkus

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Tim buru sergap Polres Lotim dan tim khusus Polda NTB berhasil meringkus empat pelaku spesialis congkel jok sepeda motor nasabah bank di halaman parkir Bank BRI Cabang Selong, sekitar pukul 14.00 Wita, Senin (05/3).

Keempat pelaku itu diantaranya; Muhsyahrul (51 tahun) dan Iskandar (51 tahun), warga Semayan, Kecamatan Praya, Loteng, Lalu Wira Darma (30 tahun) dan Ahmad Syahrul Mubarrok (27 tahun), warga Sengkol, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Loteng. Para pelaku bersama barang bukti (BB) langsung digelandang ke Mapolres Lotim untuk proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Lotim melalui Kasat Reskrim, AKP Yuyan Priatmaja membenarkan empat pelaku spesialis congkel jok sepeda motor nasabah bank diringkus Buser dan tim khusus Polda NTB saat melakukan aksinya. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan empat buah dompet, dua buah kunci T, empat buah unit Hand Phone (HP) dan dua unit sepeda motor masing-masing jenis
honda Varion tanpa plat nomor polisi dan Yahama Mio Soul warna merah dengan Nopol DR 4169 SY.

‘’Pelaku sempat dibawa ke Polres Lotim untuk diperiksa dan dimintai keterangannya sebelum diserahkan ke Polres Loteng, karena TKP pertama di wilayah hukum Polres Loteng,’’ katanya.

Yuyan menjelaskan, tertangkapnya keempat pelaku, lantaran polisi sudah melihat gerak-geriknya di lapangan. Lebih-lebih selama ini, mereka telah menjadi target. Pelaku sebelum ditangkap, sedang melakukan aksinya di halaman parkir Bank BRI Cabang Selong. Sasarannya, para nasabah bank yang sedang mengambil uang di bank. Tapi, saat itu keempat pelaku tersebut lagi bernasib apes. Karena saat beraksi, petugas langsung menyergapnya hingga membuat keempat pelaku itu tidak bisa melarikan diri maupun melakukan perlawanan.

Terlebih lagi, petugas menemukan barang bukti yang menguatkan aksi pelaku, sehingga tidak bisa mengelak saat diringkus.

‘’Dari keterangan pelaku, juga membenarkan kalau mereka seringkali melakukan aksinya, seperti di Bank BNI 46 Praya, Loteng. Dalam kasus ini, pelaku diancam Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara.(sr)

Kirim Komentar

Leave a Reply