Berkurang Jatah Raskin Lotim

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Jatah beras rakyat miskin (Raskin) untuk Kabupaten Lombok Timur, pada 2013 ini berkurang dari sebelumnya.

Jika pada 2012 lalu, jatah raskin untuk Lotim sebanyak 141.130 Rumah Tangga Sasaran (RTS), tapi tahun ini berkurang menjadi 137.973 RTS atau sekitar 2,38 persen.

‘’Pada tahun 2012 lalu juga mengalami penurunan jumlah RTS yang memperoleh raskin dari pemerintah pusat. Itu mengacu pada hasil PPLS tahun 2011. Jadi, hal ini harus diketahui oleh masyarakat mengenai adanya pengurangan jumlah RTS yang memperoleh raskin,’’ kata Kepala Bagian Ekonomi Setdakab Lotim, H Ahmad Darmawan kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (06/3).

Ahmad Darmawan mengatakan, data pengurangan jumlah RTS yang memperoleh raskin itu, berasal dari pemerintah pusat sesuai hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS). Terkait kondisi ini, Pemkab Lotim bersama aparatur di bawahnya, seperti camat, kepala desa hingga kepala dusun, melakukan sosalisasi dan penjelasan pada masyarakat. Agar masyarakat bisa memaklumi dan memahami adanya pengurangan tersebut. Dengan begitu, masyarakat tidak akan melakukan protes terhadap pengurangan
jumlah raskin.

‘’Pengurangan jumlah RTS yang memperoleh raskin, bukan
kebijakan Pemkab Lotim melainkan data dari pusat. Tapi, yang menjadi permasalahan di lapangan adalah masyarakat kita selalu enak dengan adanya bantuan dari pemerintah, dan ingin terus untuk memperolehnya tanpa pernah melihat kalau mereka sudah tidak layak memperoleh raskin berdasarkan hasil pendataan yang ada,’’ ungkapnya.

Masyarakat yang sebelumnya memperoleh raskin, lanjut Ahmad Darmawan, tak menutup kemungkinan pada 2013 ini tidak lagi memperoleh raskin sesuai hasil pendataan yang ada, karena dianggap sudah mampu. Sebab, dengan adanya program raskin itu, pemerintah sudah dapat menekan angka kemiskinan dari 22 persen menjadi 21 persen.

Pria berkaca mata ini menjelaskan, dalam pembagian raskin itu, untuk masing-masing RTS memperoleh jatah sebanyak 15 kilogram dengan harga Rp1.600. Jatah raskin Januari-Februari 2013, sudah disalurkan pihak Sub Divre Bulog Lotim. Jika dalam penyaluran raskin itu ditemukan ada yang rusak, maka masyarakat diminta untuk segera melaporkan, baik melalui kepala dusun, kepala desa, untuk diganti dengan raskin yang lebih bagus.

Terkait adanya keluhan masyarakat dengan menurunnya kualitas raskin yang dibagikan pada 2013 ini, pihaknya menjelaskan bahwa kualitas raskin itu masih bagus. Sebab, pihaknya sendiri yang melakukan monitoring ke lapangan, dan tidak ditemukan adanya raskin yang jelek. ‘’Memang dalam 100 karung raskin itu, terdapat satu atau dua karung yang rusak. Dan kami tidak bisa mengecek semuannya, sehingga masyarakat harus memakluminya. Dalam aturan main yang ada, tidak boleh raskin itu dibagi dengan system bagi rata, mengingat raskin itu menjadi hak masyarakat miskin,’’ ungkapnya.(sr)

Kirim Komentar

Leave a Reply