Pemprop NAD Belajar ke Loteng

LOTENG, Lomboktoday.co.id—Sedikitnya 60 orang rombongan yang tergabung dalam kunjungan kerja (Kunker) Pemprop Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) melakukan studi banding ke Lombok Tengah, Selasa (05/3).

Rombongan kunker Pemprop NAD itu, diterima Bupati Loteng, HM Suhaili FT, Wabup Loteng, HL Normal Suzana, Sekda Loteng, HL Supardan dan kepala SKPD terkait, di pendopo bupati Loteng, sekitar pukul 10.00 Wita.

Dalam kesemapatan tersebut, Bupati Loteng, HM Suhaili FT memaparkan secara gamblang terkait Kabupaten Lombok Tengah. Dimana, Loteng merupakan salah satu kabupaten dari 10 kabupaten/kota yang ada di Propinsi NTB, dengan jumlah penduduk sekitar 1,254 juta jiwa.

Dalam menjalankan pembangunan dan mengentaskan kemiskinan, kata Suhaili, Pemkab Loteng fokus pada tiga sektor, yakni sektor Pertanian, Parawisata dan Kelautan, serta pada potensi pertambangan yang ada di daerah ini.

‘’Karena tanpa partisipasi masyarakat, nonsen bisa tercapai untuk mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan pembangunan, lebih-lebih mengentaskan kemiskinan,’’ katanya.

Suhaili menjelaskan, ada beberapa program yang dijalankan Pemkab Loteng sebagai pelayan masyarakat yakni gerakan pemberdayaan masyarakat terpadu yang berbasis rumah ibadah dalam menuntaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Ada pula program lain yakni, Lemper Madu (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Terpadu). Dimana, dalam organisasinya melibatkan semua SKPD, baik itu PNS atau guru dalam pemberdayaan masyarakat.

Dari segi keamanan, lanjut Suhaili, Pemkab Loteng memiliki program Operasi Manunggal Tastura. Semua elemen masyarakat ikut serta dalam menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing dengan mengadakan Siskambling atau roda malam di setiap dusun.

Sementara itu, Ketua Rombongan dari Nanggroe Aceh Darussalam, Kamarudin menjelaskan maksud dan tujuan untuk belajar ke Loteng. Ia mengatakan, pihaknya ingin belajar stategi yang di tempuh Pemkab Loteng dalam meningkatkan pembangunan dan memberdayakan masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan.

‘’Kedatangan kami ke Loteng ini, karena ada isu yang ingin kami tahu yaitu bagaimana membangun kerjasama dengan masyarakat sipil, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan serta mengentaskan kekerasan dalam rumah tangga. Apa yang kami dapatkan dalam kegiatan kunker ini, tentu kami akan laksanakan di Aceh,” katanya.(ros)

Kirim Komentar

Leave a Reply