IPM Lotim Tetap Urutan ke-7

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Posisi Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lombok Timur, tetap berada pada urutan ke-7 dari 10 kabupaten/kota se-NTB. Ini sesuai hasil pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2011 lalu. Jika dilihat dari segi progresnya/percepatannya, IPM-nya berada pada urutan ke-3. Karena urutan pertama percepatanny adalah Kabupaten Sumbawa dan urutan kedua adalah Kabupaten Dompu.

‘’Tingkat IPM Lotim berada pada urutan ke-7, tapi mengenai percepatannya berada pada urutan ke-3. Ini yang seringkali salah ditafsirkan oleh sebagian besar masyarakat kita, termasuk para pejabat kita ini,’’ kata Kepala BPS Lotim, HL Suprafta kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (07/3).

Suprafta menjelaskan, sesuai data yang dimiliki pada 2009-2010 lalu, percepatan IPM Lotim berada pada urutan ke-5 dari 10 kabupaten/kota se-NTB. Tapi, jika dilihat dari peringkat IPM-nya, tetap urutan ke-7, meski Pemkab Lotim terus berupaya untuk meningkatkan peringkat IPM ke arah yang lebih. Hal itu memang membutuhkan proses panjang, mengingat indikator peningkatan IPM tersebut meliputi; dari segi kesehatan, pendidikan dan daya beli masyarakat. Dari tiga indikator itu, dua diantaranya sudah memiliki hasil yakni kesehatan dan daya beli masyatakat. Sedangkan satu indikator yakni pendidikan, masih sulit lantaran banyak masyarakat yang putus sekolah dan lama sekolah. Padahal, Pemkab terus memberikan pendidikan gratis bagi masyarakat guna meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

‘’Kalau dilihat dari segi angka harapan hidup, sudah mengalami peningakatan dari rata-rata usia 61 tahun menjadi 63 tahun,’’ ungkapnya.

Suprafta menambahkan, terhadap berbagai usaha yang dilakukan Pemkab dalam meningkatan IPM dan percepatannya, tentu kabupaten/kota lain di NTB juga akan melakukan hal yang sama, yakni berlomba-lomba meningkatkan percepatan IPM ke arah yang lebih baik. Contohnya, Pemprop NTB saja sudah maksimal mendongkrak IPM NTB dari urutan ke-32, tapi hingga saat ini belum juga berhasil. Karena propinsi lain juga melakukan hal yang sama. ‘’Untuk meningkatkan IPM, harus melakukan langkah-langkah kongkrit dan tepat,’’ ujarnya.(sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.