KJRI Dubai Gelar Sekolah TKW

DUBAI, Lomboktoday.co.id—KJRI Dubai kembali menggelar Sekolah TKW KJRI Dubai untuk periode tahun 2013. Peresmian pembukaan Sekolah TKW dilakukan langsung oleh Acting Konsul Jenderal RI Dubai, Heru Sudradjat, akhir pekan lalu.

Para guru Sekolah TKW KJRI Dubai dan 40 orang TKW yang saat ini berada di penampungan sementara KJRI Dubai, hadir dalam acara peresmian itu.

Heru mengatakan, tujuan utama diadakannya sekolah ini untuk pembinaan dan pemberdayaan para TKW yang berada di penampungan sementara KJRI Dubai, disamping sebagai kegiatan yang bermanfaat pengisi waktu luang.

‘’Sekolah TKW ini ditujukan sebagai sarana pembelajaran bagi para TKW di penampungan sementara KJRI Dubai untuk menambah bekal kemampuan dan keterampilan mereka,’’ katanya.

Hal ini dimaksudkan agar sekembalinya mereka ke tanah air, diharapkan mereka tidak lagi mencari kerja ke luar negeri menjadi TKW, tapi mencoba mencari penghidupan yang lebih baik di Indonesia berdasarkan kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki.
Pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka peroleh selama mengikuti Sekolah TKW ini, lanjut Heru, dapat menjadi nilai tambah kemampuan yang mereka miliki. Untuk itu, Heru berharap para TKW dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya keberadaan sekolah ini.

KJRI Dubai telah memulai pelaksanaan Sekolah TKW sejak Januari 2011 lalu. Sekolah TKW KJRI Dubai yang merupakan hasil kerjasama dengan DWP KJRI Dubai, diperuntukan bagi para TKW yang saat ini berada di penampungan sementara KJRI Dubai. Para TKW ini masih menunggu proses penyelesaian hukum dan administrasi atas berbagai kasus yang dihadapi dengan instansi terkait di Dubai dan 5 Emirat lainnya di wilayah utara PEA yang menjadi cakupan kerja KJRI Dubai.

Seluruh kebutuhan dari tenaga pengajar, kelas dan peralatan bagi para murid, disediakan oleh KJRI Dubai. Tahun ini, pelaksanaan Sekolah TKW KJRI Dubai terdiri dari beberapa kelas, yaitu kelas Bahasa Inggris tingkat dasar dan menengah, keterampilan dan menjahit/aksesoris, tata meja/tata hidang, komputer, dan pendidikan jasmani.

Dalam pelaksanaannya, program pembelajaran setiap kelas dilaksanakan selama dua jam di hari kerja (dari Minggu hingga Kamis pada sore hari) dan dua kelas di akhir pekan pada hari Sabtu pagi dan siang hari. Para tenaga pengajar merupakan relawan yang berasal dari masyarakat Indonesia yang berada di Dubai maupun anggota DWP KJRI Dubai.

Meskipun para guru mengajar secara sukarela, tapi mereka mempersiapkan materi pelajaran dan berbagai bahan pendukung pelajaran lainnya dengan serius dan disesuaikan berdasarkan kebutuhan para murid. Disamping itu, para tenaga pengajar tersebut memang memiliki latar belakang profesi dan pendidikan yang terkait.(ar/KJRI Dubai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *