Defisit Transaksi Berjalan Akan Menurun

JAKARTA, Lomboktoday.co.id—Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memproyeksikan defisit transaksi berjalan akan menurun pada triwulan I-2013.

‘’Defisit transaksi berjalan yang menurun itu, didukung oleh ekspor yang cenderung meningkat sejalan dengan membaiknya harga komoditas internasional,’’ kata Kepala Grup Hubungan Masyarakat BI, Difi A. Johansyah dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (08/3).

Selain itu, impor non-migas diperkirakan cenderung melemah di tengah risiko semakin meningkatnya impor migas yang perlu terus diwaspadai. Di sisi lain, arus modal masuk, baik dalam bentuk investasi langsung/Foreign Direct Investment (FDI) maupun investasi portofolio diperkirakan masih cukup tinggi di tengah masih besarnya kebutuhan likuiditas valuta asing (valas) domestik, antara lain untuk keperluan impor migas.

Dengan perkembangan tersebut, maka cadangan devisa sampai akhir Februari 2013 mencapai 105,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Angka tersebut berada di atas standar kecukupan internasional.

Selain itu, pihaknya juga memaparkan bahwa pada Februari 2013, tekanan depresiasi terhadap rupiah cenderung mereda, sehingga mencapai rata-rata Rp9.680 per dolar AS. ‘’Dibandingkan dengan posisi awal tahun 2013, rupiah menguat sebesar 0,31 persen,’’ ungkapnya.

Kebijakan stabilisasi nilai tukar yang ditempuh BI, termasuk penguatan mekanisme intervensi valas dan pembentukan referensi nilai tukar rupiah di pasar domestik, dinilai mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Selain itu, stabilitas nilai tukar juga didukung dengan masuknya aliran dana non-residen ke instrumen rupiah yang mencapai Rp27,6 triliun. Ke depan, BI terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan kondisi fundamental perekonomian.(ar/ami/keu)

Leave a Reply

Your email address will not be published.