Polres Loteng Kebut Kasus Raskin

LOTENG, Lomboktoday.co.id—Agar kasus Raskin (beras miskin, Red) tahun 2012 lalu dengan tersangka Kepala Desa Menemeng, Pringgarata, Loteng, Saefuddin, bisa segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Praya, maka pihak penyidik Polres Loteng kini tengah bekerja keras untuk melengkapi berkas perkaranya.

Seperti diketahui, Kades Menemeng, Saefuddin ini diduga telah melakukan tindak pidana korupsi terhadap raskin tahun 2012 lalu sebanyak 3 ton. Sehingga, ia dilaporkan oleh masyarakat setempat ke Polres Loteng beberapa waktu lalu.

Kapolres Loteng melalui Kasat Reskrim, IPTU Deni Septiawan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dan meminta saran kepada pihak kejaksaan terkait kasus dugaan korupsi raskin yang melibatkan Kades Menemeng, Saefuddin. Atas koordinasi tersebut, pihaknya disarankan untuk melengkapi berkasnya agar bisa dilimpahkan ke kejaksaan dan segera diproses.

Bahkan, untuk keperluan kelengkapan berkas perkaranya, pihaknya pun sudah memanggil tiga orang lagi dari warga Menemeng sebagai saksi, guna dimintai keterangan tambahan. Mengingat masih kurang keterangan saksi yang telah diperiksa terdahulu.

‘’Jumlah saksi yang sudah kami mintai keterangan sekitar 40 orang,’’ katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (08/3).

Deni menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan target penyelesaian kasus dugaan korupsi raskin ini, mengingat prosesnya agak lama. Kendati memang pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah turun untuk berkoordinasi dengan pihak Polres Loteng pada akhir Desember 2012 lalu, mengingat kasus ini sudah sampai di tingkat KPK.

‘’Masalah tersangka, memang sampai saat ini belum ditahan. Karena, tersangka sudah mengajukan permohonan penangguhan kepada kami. Sebenarnya, memang dalam aturan, tersangka kasus korupsi tidak boleh ditangguhkan, tapi tersangka ini rupanya koperatif, sehingga bisa mengajukan surat penangguhan,’’ ungkapnya.(ros)

Leave a Reply

Your email address will not be published.