Gara-gara Anak Meninggal, Ayah Coba Bunuh Diri

COBA BUNUH DIRI: Inilah pisau yang digunakan Junaidi (35 tahun) saat berusaha coba bunuh diri. Ilustrasi/Lomboktoday.co.id
COBA BUNUH DIRI: Inilah pisau yang digunakan Junaidi (35 tahun) saat berusaha coba bunuh diri. Ilustrasi/Lomboktoday.co.id
COBA BUNUH DIRI: Inilah pisau yang digunakan Junaidi (35 tahun) saat berusaha coba bunuh diri. Ilustrasi/Lomboktoday.co.id

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Hanya gara-gara anaknya, Jihan Maulidina (3 tahun) meninggal dunia karena diduga kesetrum aliran listrik, seorang ayah, Junaidi (35 tahun), warga Jimse, Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Lotim, berusaha coba bunuh diri dengan menggunakan pisau, pada Rabu dinihari (20/3), sekitar pukul 01.00 Wita.

Tapi, beruntungnya usaha bunuh diri itu tidak terjadi, karena pihak keluarga cepat mengetahuinya. Karena, korban yang sudah dalam kondisi kritis akibat luka sayat di leher dan luka tusuk diperut, langsung dilarikan ke RSUD dr R Soejono Selong untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian untuk dilakukan pengembangan penyelidikan guna mengetahui penyebab korban melakukan percobaan bunuh diri itu.

Kapolres Lotim melalui Kapolsek Masbagik, Kompol HM Yunus saat dikonfirmasi wartawan membenarkan pihaknya telah menerima laporan mengenai adanya warga di Lendang Nangka yang mencoba melakukan bunuh diri menggunakan pisau di rumahnya, lantaran anaknya meninggal dunia kesetrum listrik.

‘’Korban saat ini sedang mengalami kritis di RSUD dr R Soejono Selong akibat luka sayat di leher dan tusuk di perut yang dilakukan korban saat berusaha coba bunuh diri. Dari informasi yang kami terima, korban mengalami gangguan jiwa, bahkan pernah dipasung oleh pihak keluarganya,’’ katanya.

Mantan Kasat Binmas Polres Lotim ini menuturkan, kasus percobaan bunuh diri itu, bermula pada malamnya korban menemukan anaknya sudah dalam keadaan tidak bernyawa di kamarnya, yang diduga akibat kesetrum aliran listrik. Tak lama kemudian, pada diri korban timbul rasa bersalah karena merasa tak mampu menjaga anaknya. Sehingga, muncul niat untuk membunuh diri menggunakan sebilah pisau yang ada di kamarnya. Dimana, korban menyayatkan pisau itu ke leher dan menusukkan ke perutnya, lantas seketika darah segar pun keluar dari leher dan perut korban yang kala itu merintih menahan rasa sakit.

‘’Pihak keluarga menemukan korban sudah bersimbah darah di kamarnya, persis di dekat anaknya yang meninggal dunia, sehingga ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit. Keterangan yang kami peroleh di TKP, korban berusaha coba bunuh diri dengan alasan karena anaknya meninggal dunia,’’ ungkapnya.(sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *