Kemendag Meriahkan Pasar Malam Indonesia di Den Haag

JAKARTA, Lomboktoday.co.id—Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementerian Perdagangan kembali berpartisipasi pada kegiatan Pasar Malam Indonesia (PMI) yang diselenggarakan di Lapangan Malieveld, Den Haag, Belanda, pada 20-24 Maret 2013.

‘’Keikutsertaan ini, selain untuk mempromosikan produk dan kebudayaan Indonesia di luar negeri, juga ditujukan untuk mempertahankan kehadiran produk Indonesia di pasar Belanda yang secara emosional memiliki kedekatan hubungan dengan Indonesia,’’ kata Wakil Menteri Perdagangan RI, Bayu Krisnamurthi yang hadir dalam acara tersebut.

Tahun ini, kata dia, merupakan tahun ke-4 digelarnya PMI oleh KBRI Den Haag. Pada kesempatan ini, DJPEN Kemendag memfasilitasi 16 pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM) dari berbagai daerah di Indonesia yang sudah melalui kurasi produk yang diselenggarakan. ‘’Tahun ini, kami mengikutsertakan pemenang Pangan Award 2012 yang diselenggarkan oleh Direktorat Dagang Kecil Menengah dan Produk Dalam Negeri Kemendag. Hal ini dilakukan guna mempromosikan produk makanan khas Indonesia ke mancanegara dan sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan dimaksud,’’ ungkapnya.

Paviliun Ditjen PEN dibangun dengan menggunakan desain spesial di atas lahan seluas 200 meter persegi. Produk-produk yang ditampilkan antara lain; interior batik, fesyen, kerajinan kulit sapi, aksesoris, tas dari anyaman bambu yang dikombinasikan dengan batik dan kulit, kerajinan serat kelapa, pakaian bordir dan perhiasan semi precious stone, serta mutiara dan perak.

PMI juga menampilkan wajah ‘Indonesia Baru’ dengan berbagai pembangunan dan kemajuannya. PMI merupakan kegiatan promosi terpadu trade, tourism and investment (TTI) terbesar di Belanda dan Eropa. Selain menampilkan pementasan seni budaya asli Indonesia seperti Maluku, Kalimantan Tengah, dan Jawa Barat, juga menampilkan berbagai artis ternama Indonesia.

‘’Kegiatan ini diharapkan bisa menarik perhatian generasi muda Belanda, yang selama ini mendengar tentang Indonesia baik dari media ataupun dari nenek-kakek atau orang tua mereka,’’ ujarnya.

PMI diselenggarakan pertama kali oleh KBRI Den Haag pada 2010 lalu. Saat itu, pameran berlangsung selama lima hari dengan pengunjung mencapai 33 ribu orang. Pada 2011 lalu, pameran berlangsung selama tujuh hari dengan jumlah pengunjung mencapai 30 ribu orang. Sedangkan pada 2012 lalu, PMI dikunjungi lebih dari 27.600 orang dengan transaksi trial order yang diperoleh sebesar € 19,8 juta untuk produk minyak kelapa sawit, transaksi ritel sebesar € 500.000, dan transaksi UKM sebesar € 241.000.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia menduduki urutan ke-19 sebagai negara pemasok ke negeri Belanda dengan nilai total perdagangan mencapai USD 5,5 miliar pada 2012 lalu. Sedangkan ekspor Indonesia tahun 2012 sebesar USD 4,7 miliar. Secara keseluruhan, ekspor Indonesia ke Belanda memberikan kontribusi sekitar 31 persen dari total ekspor Indonesia ke Uni Eropa yang mencapai USD 14,97 miliar.

Belanda merupakan mitra dagang Indonesia nomor dua di Eropa setelah Jerman, dengan perkembangan perdagangan Indonesia-Belanda yang tertinggi di Eropa. Selain itu, Belanda masih merupakan pasar tradisional Indonesia dengan jumlah kunjungan terbesar diantara negara-negara Eropa lainnya.

Dari bidang investasi, total investasi Belanda ke Indonesia pada kuartal IV-2012 sebanyak 68 proyek atau naik sebesar 142,8 persen dibanding kuartal III tahun yang sama dengan jumlah 28 proyek. Sedangkan nilai invesatasi Belanda pada kuartal IV-2012 sebesar USD 347,5 juta naik sebesar 86,1 persen dibandingkan dengan kuartal III tahun yang sama dengan nilai USD 177,2 juta.

Belanda juga merupakan negara penyumbang terbesar bagi pasar pariwisata Indonesia dari Eropa. Pada tahun 2010 lalu, tercatat 153.284 turis Belanda yang berkunjung ke Indonesia, dan tahun 2011 sebanyak 121.458 pengunjung. Rata-rata masa tinggal mereka di Indonesia adalah lebih dari tiga minggu.

Promosi Kuliner

Keanekaragaman seni budaya dan cita rasa masakan Indonesia tersaji menjadi satu dalam rangkaian pesta budaya promosi TTI dan kuliner. PMI menyajikan hidangan khas Indonesia yang dapat mengobati kenangan akan tanah air di negeri Belanda, sekaligus memperkenalkan keunikan kuliner Indonesia sebagai bagian dari sajian internasional.

Beragam makanan khas nusantara yang tampil pada PMI adalah sate, rendang, nasi rames, aneka sayur-mayur, jajanan pasar, dan beragam masakan daerah. Beberapa restoran dengan hidangan khas Indonesia pun turut meramaikan PMI 2013. Hadir pula para koki handal dan terkenal dari Indonesia dan Belanda yang menampilkan demo masak sekaligus membagikan ilmu dan pengalamannya kepada para pengunjung.

Pada kesempatan ini pengunjung juga bisa mendapatkan berbagai macam bumbu masakan Indonesia cepat saji untuk melengkapi keragaman makanan keluarga secara praktis dan cepat.(ar/ami/dag)

Kirim Komentar

Leave a Reply