Pemerintah Tak Batasi Impor Produktif

JAKARTA, Lomboktoday.co.id—Impor pesawat yang dilakukan oleh beberapa maskapai penerbangan pada tahun ini, diperkirakan akan memberi tekanan pada neraca perdagangan dan transaksi berjalan Indonesia.

Namun, Menteri Keuangan, Agus D.W. Martowardojo berpandangan lain. Menurut Menkeu, impor pesawat itu termasuk golongan belanja produktif dan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang baik ke depannya. ‘’Kalau kita mengalami tekanan di neraca perdagangan atau di transaksi berjalan karena sesuatu yang produktif, itu bisa kita pahami. Itu sifatnya adalah sesuatu yang short term (jangka pendek) yang nantinya akan menciptakan, pertumbuhan ekonomi yang baik ke depan,’’ katanya.

Menkeu menjelaskan, impor untuk hal-hal yang produktif saat ini belum perlu dibatasi. ‘’Karena itu sesuatu yang dapat dihitung, yang kita tidak ingin untuk hal-hal yang tidak produktif, ada pembatasan,’’ ungkapnya.

Meski demikian, Menkeu menegaskan, skema pembiayaan pembelian pesawat itu harus jelas, agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

‘’Bagaimana strategi pendanaan daripada institusi pemerintah ataupun swasta, itu harus dikendalikan supaya tetap dalam batas-batas yang sehat,’’ ujarnya.

Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, menurut Menkeu, akan terus memantau kinerja impor agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan tidak memberikan pengaruh buruk pada ketahanan fiskal Indonesia.(ar/ami/keu)

Kirim Komentar

Leave a Reply