Tax Ratio Terus Meningkat

Menteri Keuangan, Agus D.W. Martowardojo

Menteri Keuangan, Agus D.W. Martowardojo

JAKARTA, Lomboktoday.co.id—Selama beberapa tahun terakhir, penerimaan perpajakan selalu mengalami pertumbuhan di atas tingkat pertumbuhan nominal Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini menjadi faktor pendorong terus meningkatnya tax ratio (rasio penerimaan pajak terhadap PDB).

‘’Berdasarkan formula Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), pada akhir tahun 2012 lalu, tax ratio telah mencapai 15,6 persen. Sementara, pada 2009 lalu, tax ratio masih sebesar 14,3 persen,’’ kata Menteri Keuangan, Agus D.W. Martowardojo pada acara Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi Tahun 2012 oleh Presiden, Wakil Presiden, Ketua Lembaga Tinggi Negara, dan Pejabat Negara Lainnya, di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Kamis (21/3).

Menkeu Agus D.W. Martowardojo menjelaskan, dalam realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012, meskipun dalam situasi perekonomian dunia yang masih kurang kondusif, penerimaan perpajakan tercatat mencapai Rp980,1 triliun. Angka tersebut merupakan 73,6 persen dari total pendapatan negara.

‘’Pencapaian itu merupakan peningkatan hampir tiga kali lipat dari penerimaan perpajakan di tahun 2005 yang sebesar Rp347 triliun,’’ ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, penerimaan perpajakan merupakan sumber utama untuk membiayai penyelenggaraan kehidupan bernegara. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penerimaan perpajakan berkontribusi lebih dari 70 persen dari pendapatan negara secara keseluruhan.(ar/ami/keu)

Kirim Komentar

Leave a Reply