Diselesaikan Lahan Garapan di Hutan Lemor

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berencana untuk membuat kebon raya di kawasan Taman Wisata Lemor, Kecamatan Suele, Lotim, yang kini master plannya sudah ada.

Cuma, yang bermasalah saat ini adalah lahan garapan masyarakat sekitarnya, berada di lokasi kawasan hutan itu. Karena, sudah sejak lama masyarakat diberikan oleh dinas terkait, yakni Dinas Kehutanan dan Perkebunan, maupun Dinas Pertanian dan Peternakan.

‘’Antusias masyarakat untuk menjadikan kawasan Lemor sebagai kebun raya sangat besar. Tapi, yang menjadi masalah kita adalah masyarakat masih sedang menggarap lahan di lokasi itu,’’ kata Camat Suele, H Rifaan kepada wartawan di kantor bupati Lotim, Senin (01/4).

Rifaan mengatakan, bila melihat data di lokasi, masyarakat menggarap lahan di kawasan hutan lindung milik Negara. Jadi, tidak diperbolehkan ada warga yang berhak untuk memilikinya, apalagi sampai membuatkan sertifikat. Tapi, realita di lapangan, ditemukan ada lahan milik Negara yang sudah dibuatkan sertifikat. Ini yang harus ditelusuri kenapa sampai bisa diterbitkan sertifikat di kawasan hutan lindung. Tak hanya itu, terdapat sejumlah Kepala Keluarga (KK) juga tinggal dan membuat rumah di lokasi tersebut. Karena itu, Pemkab Lotim mestinya harus cepat mengambil langkah-langkah konkrit untuk menyelesaikan persoalan itu.

‘’Jika permasalahan itu tidak bisa diselesaikan, maka akan terganggu proses pembentukan kebun raya di Lemor. Jadi, warga yang saat ini bertempat tinggal di dalam kawasan itu, nanti kita akan pindahkan ke tempat lain,’’ ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Kawasan Hutan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Lotim, Sahri saat dikonfirmasi membenarkan bila lokasi yang akan dijadikan sebagai kebun raya Lombok itu, lahannya masih digarap warga sekaligus bertempat tinggal di sana. Meski begitu, Pemkab Lotim sudah memikirkan langkah-langkah yang akan diambil dalam menyelesaikan masalah tersebut.

‘’Warga yang berjumlah sekitar 15 KK dan berumah tinggal di kawasan itu, akan kita relokasi. Meskipun nanti sudah menjadi kebun raya, namun aktivitas masyarakat di kawasan Lemor tetap ada. Hanya saja, tidak boleh lagi ada warga yang berumah di tempat itu,’’ katanya.(sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *