Kasek SMPN 1 Sikur Didemo

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Sekitar 100 orang wali murid Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sikur, Lotim, melakukan aksi demonstrasi di halaman SMPN 1 Sikur, Selasa (09/4).

Aksi itu digelar untuk menuntut agar Kasek SMPN 1 Sikur, Abdul Haris, dicopot dari jabatannya, karena dinilai tidak mencerminkan sebagai pendidik yang baik. Dimana, orang nomor satu di SMPN 1 Sikur diduga telah melakukan pemukulan kepada salah seorang muridnya, pada Jumat (05/4) lalu.

Meski telah ada surat perdamaian antara pihak sekolah dengan wali murid yang disaksikan komite sekolah, namun permasalahannya tak kunjung selesai. Orang tua/wali murid yang anaknya menjadi korban pemukulan, meminta pertanggungjawaban pihak kasek tersebut. Karena tidak terima atas apa yang dilakukannya kepada anak didiknya. Bahkan, dalam aksi yang dilakukan wali murid itu, kaca jendela sekolah berhasil dipecahkan akibat dilempar para wali murid. Gara-garanya, mereka terlalu lama diterima oleh pihak kasek SMPN 1 Sikur, sehingga membuat para wali murid marah.

‘’Pokoknya kepala SMPN 1 Sikur harus dicopot dari jabatannya, karena tidak mencerminkan sebagai seorang pendidik. Perbuatan yang dilakukan Kasek SMPN 1 Sikur kami nilai telah mencederai dunia pendidikan yang menyelesaikan persoalan dengan kekerasan,’’ kata salah seorang wali murid, Agus dalam orasinya.

Untuk itu, para wali murid meminta pihak Dinas Dikpora untuk segera turun tangan menyelesaikan permasalahan ini. Tidak seharusnya kasek SMPN 1 Sikur yang layak digugu dan ditiru melakukan tindakan-tindakan yang tidak mencerminkan sebagai seorang pendidik dan pemimpin.

‘’Mestinya seorang kasek harus memberikan peringatan kepada anak didiknya, kalau melakukan tindakan yang salah, bukan malah langsung melakukan pemukulan seperti itu. Makanya, kami tidak terima,’’ teriak para orang tua wali/murid.

Saat menerima kedatangan para wali murid, Kasek SMPN 1 Sikur, Abdul Haris mengatakan, dirinya tidak ada masalah untuk dicopot maupun diturunkan jabatannya sebagai kepala sekolah, sepanjang sesuai dengan prosedur dan aturan main yang ada.

‘’Saya rela melepaskan jabatan ini, kalau pimpinan menghendaki, tapi tentunya harus sesuai dengan aturan yang ada. Jabatan yang saya pegang saat ini, adalah amanah yang harus saya pertanggungjawabkan,’’ katanya.

Sementara di tempat terpisah, Kepala Dinas Dikpora Lotim, H Syamsuhaidi mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan mengenai adanya aksi demonstrasi yang dilakukan para wali murid ke SMPN 1 Sikur. Dimana, aksi itu disebabkan oleh kasus dugaan pemukulan yang dilakukan oleh pihak kasek terhadap siswannya. Meski begitu, pihaknya akan memperlajari dengan penuh kehatian-hatian dalam kasus tersebut, sebelum nantinya mengeluarkan keputusan. Karena, kasek melakukan itu, pasti ada penyebab awalnnya. Dan tidak mungkin melakukan tindakan itu, kalau tidak tindakan yang dilakukan siswa. Sehingga, pihaknya harus lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi permasalahan ini agar tidak ada yang dirugikan.

‘’Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Tentu dengan cara harus duduk bersama,’’ katanya.(sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *