34 Kades Posyandu Ikuti Pelatihan Peduli TAT

KENANG-KENANGAN: Wakil Ketua IV Tim Penggerak PKK Propinsi NTB, Hj Kerniasih Mujitahid saat menerima kenang-kenangn pelatihan perdana kader Posyandu Peduli TAT di Hotel Lombok Plaza Mataram.
KENANG-KENANGAN: Wakil Ketua IV Tim Penggerak PKK Propinsi NTB, Hj Kerniasih Mujitahid (tiga dari kanan) saat menerima kenang-kenangn pelatihan perdana kader Posyandu Peduli TAT dari Direktur Dairy Business PT Nestle Indonesia, Jason Avancena (tiga dari kiri), di Hotel Lombok Plaza Mataram.

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Sebanyak 34 kader Posyandu di NTB mengikuti pelatihan perdana para kader atau kelas kader Posyandu Peduli Tumbuh-Aktif-Tanggap (TAT) di Hotel Lombok Plaza Mataram, Jumat-Minggu (12-14/4).

Kegiatan yang didukung oleh Nestle DANCOW BATITA itu, dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua IV Tim Penggerak PKK Propinsi NTB, Hj Kerniasih Mujitahid pada Jumat malam (12/4).

Ke-34 kader Posyandu TAT se-NTB yang diambil dari Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa itu, merupakan bagian dari target 5.000 kader yang menjalani pelatihan gerakan Posyandu Peduli TAT 2013 di 76 kabupaten/kota dari 20 propinsi. Dimana, kegiatan tersebut untuk merevitalisasi dan meningkatkan kualitas Posyandu Peduli TAT serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat, sesuai visi misi Tim Penggerak PKK pusat dan Nestle Indonesia.

Gerakan Posyandu Peduli TAT 2013 itu sendiri, telah diresmikan dalam acara Gebyar Posyandu Peduli TAT 2013 di Jakarta pada 16 Maret 2013 lalu, menyusul nota kesepahaman yang ditandatangani Ketua Umum Tim Penggerak PKK pusat, Hj Vita Gamawan Fauzi dan Direktur Dairy Business PT Nestle Indonesia, Jason Avancena, dalam Seminar Nasional ‘Batita Indonesia TAT’ di Pontianak, 30 Mei 2011 lalu.

‘’Kami menyadari tugas kader Posyandu sebagai ujung tombak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sangat penting. Jadi, melalui pelatihan ini kita harapkan para kader lebih memahami berbagai aspek gizi, kesehatan dan kebersihan, serta mampu mempraktikkan metode dan teknik asih-asuh-asuh dalam penyelenggaraan layanan Posyandu Peduli TAT. Sehingga kinerja para kader Posyandu akan meningkat sejalan dengan semakin tingginya pengetahuan mereka terhadap berbagai aspek tumbuh kembang anak. Dengan demikian, para kader dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,’’ kata Wakil Ketua IV Tim Penggerak PKK Propinsi NTB, Hj Kerniasih Mujitahid saat menerima tim pelatih PKK pusat didampingi tim Nestle DANCAW BATITA sebelum membuka pelatihan, Jumat (12/4).

NTB merupakan satu dari enam propinsi yang baru bergabung dalam Gerakan Posyandu Peduli TAT tahun 2013 ini, bersama DKI Jakarta, DI Aceh, Riau, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara 14 propinsi lainnya, telah mengikuti program ini sejak 2012 lalu, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Lampung, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.

‘’Kami merasa terhormat karena NTB telah diikutsertakan dalam penyelenggaraan kelas kader Posyandu Peduli TAT 2013. Semoga pelatihan ini mampu membantu mengatasi masalah gizi dan kesehatan di NTB, sehingga dapat tumbuh dan berkembang batita Indonesia yang cerdas dan sehat di NTB,’’ ungkapnya.

Setelah pelatihan, para peserta diharapkan mampu membuat rencana kegiatan pengembangan Posyandu Peduli TAT atau rencana aksi yang sesuai dengan situasi, kondisi serta kemampuan kader Posyandu dan petugas kesehatan.

Rencana aksi tersebut akan dipantau oleh Tim Penggerak PKK propinsi dan pusat serta tim Nestle DANCOW BATITA, untuk selanjutnya dipilih satu rencana aksi terbaik yang akan dinilai dalam kontes kader Posyandu Peduli TAT tingkat nasional. Yang terbaik di tingkat nasional akan mendapatkan uang pembinaan kader dan bedah Posyandu yang diumumkan pada acara Jambore Nasional, Oktober 2013 mendatang.(ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *