GEMPUR Demo Rektorat UMM

DEMO: Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa untuk Perubahan (GEMPUR), melakukan aksi unjukrasa di depan Gedung Rektorat Universitas Muhamadiyah Mataram, Selasa (23/4).
DEMO: Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa untuk Perubahan (GEMPUR), melakukan aksi unjukrasa di depan Gedung Rektorat Universitas Muhamadiyah Mataram, Selasa (23/4).
DEMO: Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa untuk Perubahan (GEMPUR), melakukan aksi unjukrasa di depan Gedung Rektorat Universitas Muhamadiyah Mataram, Selasa (23/4).

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa untuk Perubahan (GEMPUR), kembali melakukan aksi unjukrasa di depan Gedung Rektorat Universitas Muhamadiyah Mataram, hari ini, Selasa (23/4).

Dalam aksinya, puluhan mahasiswa UMM itu menuntut agar pihak universitas memberikan transparansi terkait biaya pembangunan yang dikeluarkan oleh mahasiswa, yang menurut GEMPUR berjumlah Rp8 miliar lebih. Karena, sejauh ini sarana dan prasarana mahasiswa, tidak sesuai dengan biaya pembangunan yang dikeluarkan oleh mahasiswa.

Selain itu, skorsing yang diberikan terhadap 16 mahasiswa oleh pihak universitas dan pembekuan BEM UMM gara-gara aksi unjukrasa anarkis dengan membakar ban bekas di depan Rektorat, menurut mahasiswa hal itu telah menyalahi aturan UUD tentang kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.

‘’Berikan fasilitas yang memadai dan bebaskan dari hukuman skorsing terhadap 16 mahasiswa yang melakukan aksi unjukrasa beberapa hari lalu,’’ kata Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Mataram, Zulkipli saat berorasi.

Sementara itu, dari pihak Rektorat UMM melalui Pembantu Dekan III Bagian Kemahasiswaan, Hafsiah mengatakan, masalah
transparansi penggunaan biaya pembangunan merupakan wewenang dari pihak perguruan tinggi (PT) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM).

Menurut Hafsiah, bulan depan, pihak universitas akan memulai proses pembangunan gedung baru Fakultas Kesehatan UMM sebagai bentuk dari penggunaan biaya pembangunan yang di keluarkan oleh mahasiswa. ‘’Tanggal 2 Mei mendatang, akan dilakukan peletakan batu pertama proses pembangunan Fakultas Kesehatan,’’ kata Hafsiah.

Setelah melakukan orasi dan membacakan pernyataan sikapnya di depan Gedung Rektorat UMM, masa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib.(ags)

Responses (2)

  1. waaaaaooooooooooowwwwwwwwwwww, luar biasa sekali birokrasi UM-Mataram, memberikan skorsing terhadap mahasiswa yang menuntut haknya, hal yang sewajarnya ketika mahasiswa ngamuk atau membakar BAN karena atas dasar bentuk kekecewaan mereka terhadap tindakan birokrasi tidak mau memberikan haknya mahasiswa.

    baca aturan mentri itu para birokrasi, bagaimana tugasnya dalam mengurus PT, jangan bilang PT UM-Mataram baru terbangun atau berkembang, lihat berdirinya muhammadiyah mataram pada tahun 1980, sudah mencetus beberapa alumni, apalagi biaya pendidikanya mahal, dikemanakan uang mahasiswa.

    perlu dipahami oleh para pimpinan yang bersangkutan, amanah pertama yang harus di jalankan oleh pimpinan, bagaimana memberikan kebutuhan mahasiswa, jangan dulu untuk mengurus yang lain, sebelum kebutuhan mahasiswa terpenuhi, jadi uangnya mahasiswa jangan ditaruh di kantong sendiri dongggggg, harus malu dengan simbolitas muhammadiyah itu, amal ma’ruf nahi mungkar, al-imran ayat 104.

    kami lihat atau mendengar kampus muhammadiyah mataram, bukan lagi kampus yang memanusiakan manusia tapi memakan uang mahasiswa, memang pantas diteriakan oleh mahasisnya, sekarang bukan lagi muhammadiyah tapi muhammaduit.

    kapitalisasi di dunia pendidikan sudah merajalela, ketika sudah melihat persoalan seperti itu, maka lawanlah-lawan-lawan dan lawan orang busuk itu!!!

    LEBIH BAIK KAMI TIDAK KULIAH DARI PADA MASUK UM-MATARAM YANG BANYAK MUNAFIK DIDALAMNYA. DI CABUT SKORSING MAHASISWA ITU, BACA DULU PROSEDUR BARU MEMBERIKAN SANGSI KEPADA MAHASISWA ITU, MERASA AJALAH, NANTI KITA BONGKAR SEMUA PERSOALAN MUHAMMADIYAH MATARAM ITU…

    (SANG PENCERAH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *