BPN Tolak Pengajuan Ijin HPL Gili Sunut

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pusat menolak pengajuan ijin Hak Pengelolaan (HPL) kawasan Gili Sunut yang akan dimanfaatkan oleh salah satu invenstor dari Singapura, yakni Ocen Blue. Mengingat masih ada syarat harus dilengkapi, sehingga BPN Pusat mengembalikan lagi berkas pengajuan ijin HPL Gili Sunut tersebut.

Pemerintah Kabupaten Lotim sendiri telah melakukan pengukuran kembali terhadap luasnya kawasan Gili Sunut, termasuk pemanfaatkan kawasan yang 10 persen untuk masyarakat. Apalagi kawasan Gili Sunut itu tidak diperbolehkan atas nama pribadi maupun perusahaan.

‘’BPN pusat mengembalikan kembali berkas pengajuan ijin HPL Gili Sunut ke Pemkab Lotim, karena ada yang harus diperbaiki lagi,’’ kata Kepala BPN Lotim, Made Sanjaya kepada wartawan di kantornya, Kamis (25/4).

Made Sanjaya mengatakan, masalah proses di BPN Lotim dan Kanwil Propinsi NTB mengenai pengajuan ijin HPL Gili Sunut itu, sudah rampung dilakukan. Dan sekarang kuncinya tinggal di BPN Pusat, karena yang berhak mengeluarkan HPL itu adalah BPN Pusat. Dengan cacatan semua persyaratan harus lengkap sesuai dengan paraturan perundangan yang berlaku.

Itu sebabnya, BPN Pusat sangat berhati-hati dalam mengeluarkan HPL pengelolaan kawasan hutan dan pulau-pulau kecil. Karena ada rasa takut, seiring dengan banyaknya isu yang terjadi mengenai kasus penjualan kawasan hutan dan pulau-pulau kecil yang diberikan pengelolaannya kepada investor, yang dijual kepada pihak lainnya. Sehingga, masalah ini harus diantisifasi dengan baik.

‘’Pulau-pulau kecil tidak diperkenankan untuk diberikan pengelolaan sepenuhnya, karena 10 persen harus dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk kawasan Gili Sunut yang luasnya diperkirakan mencapai 6 hektare lebih, maka sekitar 1,5 hektare lebih harus dimanfaatkan oleh masyarakat,’’ ungkapnya.(sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *