Kades Nyaleg Harus Mengundurkan Diri

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Lotim, H Mohzana.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Lotim, H Mohzana.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Lotim, H Mohzana. Dok/Lomboktoday.co.id

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Banyaknya kepala desa (kades) di Kabupaten Lombok Timur yang ikut mendaftarkan diri menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) tahun 2014 mendatang, maka diminta untuk membuat surat pernyataan pengunduran diri sebagai kades. Karena, dalam peraturan perundang-undangan sudah jelas larangan seorang kades yang menjadi bacaleg dan pengurus partai politik.

‘’Terhadap adanya kades yang ikut menjadi bacaleg, hendaknya membuat surat pernyataan pengunduran diri sebagai kades,’’ tegas Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Lotim, H Mohzana kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (29/4).

Mohzana mengatakan, dalam Peraturan Daerah (Perda) No.03 tahun 2007 tentang Pemerintahan Desa di Lotim, sudah sangat jelas bila kades tidak boleh rangkap jabatan atau menjadi pengurus parpol, termasuk ikut mendaftarkan diri sebagai bacaleg. Jika ada kades yang menjadi bacaleg dari parpol tertentu, maka diminta untuk segera membuat surat pengunduran diri secara resmi menjadi kades, yang ditujukan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD), untuk selanjutnya diproses ke bupati melalui camat.

‘’Yang sudah mengajukan pernyataan pengunduran diri yakni Kades Selaparang, HL Sahabudin, tapi mekanismenya salah. Karena langsung diajukan ke bupati Lotim. Kami masih belum tahu persis berapa kades yang menjadi bacaleg dari parpol tertentu, karena datanya belum kami terima,’’ ungkapnya.

Mohzana menjelaskan, pihaknya akan mengkross chek ke lapangan mengenai para kades yang ikut menjadi bacaleg itu untuk diklarifikasi sesungguhnya, agar permasalahannya menjadi jelas. Artinya, jika ada yang ditemukan langsung, diberikan teguran agar segera membuat surat pernyataan pengunduran diri sebagai kades atau tidak mencaleg, dengan dikuatkan oleh surat pernyataan diri dari kades bersangkutan.

‘’Kalau ada kades yang menjadi bacaleg, harus segera diproses oleh BPD-nya untuk kemudian diusulkan pengangkatan Plt kades sesuai aturan yang ada,’’ ujarnya.

Di tempat terpisah, Ketua Divisi Sosialisasi KPU Lotim, M Junaidi mengatakan, dalam surat edaran KPU Pusat tentang petunjuk tekhnis tata cara pencalonan, sudah sangat jelas. Didalamnya mengatur bila kades yang mencalonkan diri sebagai bacaleg, hendaknya harus mengundurkan diri sebagai kades secara permanen.

‘’Silahkan kepada kades yang ikut menjadi bacaleg, hendaknya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kades sesuai dengan aturan yang ada. Dari daftar nama DCS yang telah kami terima, terdapat nama kades yang ikut daftar menjadi bacaleg dari parpol yang berbeda,’’ katanya.(sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *