Puluhan Sopir Demo Dishubkominfo

LOTENG, Lomboktoday.co.id—Puluhan sopir angkutan umum L300 jurusan Terminal Praya-Bertais melakukan aksi demonstrasi ke kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishukominfo) Lombok Tengah sekitar pukul 09.00 Wita, Senin (29/4).

Dalam aksi demo itu, para sopir meminta Dishubkominfo Loteng supaya tidak merekomendasikan lagi bis-bis yang disewa masyarakat tersebut, karena dapat mengurangi pendapatan para sopir L300. ‘’Kalau dulu, mobil angkutan umum L300 selalu disewa atau dipakai oleh masyarakat dalam setiap acara besar seperti pemberangkatan haji, liburan anak sekolah, dan lain-lain. Tapi, setelah beroperasinya bis-bis besar itu, mobil angkutan umum L300 kami tidak dipakai lagi,’’ kata Koorlap aksi, H Maladi dalam orasinya di depan kantor Dishubkominfo Loteng.

Hal senada juga dilontarkan salah seorang sopir angkutan umum L300, Sudirman. Ia menginginkan agar bis-bis antar kota tersebut ditertibkan. Sebab, para sopir bis-bis itu menaikkan penumpang di jalan, yang semestinya harus menaikkan penumpang di terminal. Begitu juga dengan mobil pick up yang biasanya digunakan untuk mengangkut barang, tapi sekarang beralih fungsi sebagai pengangkut manusia.

‘’Pokoknya kami minta supaya Dishubkominfo segera menertibkan semua itu, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Banyak kami temukan di lapangan ada anggota Dishubkominfo yang melakukan pungli terhadap sopir mobil pick up, karena dikasi uang mereka tidak ditilang. Kami sangat keberatan dengan petugas Dishubkominfo hanya dikasi uang rokok, mereka tidak melakukan penilangan terhadap sopir tersebut. Kami minta kepala Dishubkominfo agar menindak tegas aparatnya yang melakukan tindakan tidak wajar itu,’’ ungkapnya.

Menangggapi hal itu, Kepala Dishubkominfo Loteng, Lalu Purnama Agung menjelaskan, pihaknya bersyukur dengan adanya keluhan yang disampaikan oleh para sopir angkutan umum L300 tersebut. Karena, apa yang menjadi kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pas bagi mereka, hal itu akan dijadikan sebagai upaya untuk mencari jalan keluar/solusi. ‘’Mereka menyampaikan aspirasinya, tidak lain untuk kebaikan mereka sebagai sopir angkutan umum. Saya juga akan segera menyampaikan kepada pak bupati terkait apa yang menjadi keluhan dari sopir ini,’’ katanya.

Purnama Angung berharap agar para sopir angkutan umum untuk membentuk kelompok, sehingga pihaknya mudah dalam mengatur dan melakukan koordinasi, sehingga nantinya tidak terjadi kecemburuan sosial. ‘’Saya juga berharap supaya para sopir angkutan umum berpakaian rapi, sopan, sehingga penumpang mau memakai mobil angkutan umum L300 ini, dan kondisi mobil pun harus baik, remnya tidak blong. Kita tidak bisa melarang masyarakat untuk naik mobil angkutan umum, karena itu haknya masyarakat yang menentukan mau pakai mobil angkutan umum apa,’’ ungkapnya.

Bila ada petugas Dishubkominfo yang terbukti melakukan pungli, lanjut Purnama Agung, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai aturan. Pihaknya tidak bisa memberikan sanksi apabila tidak ada barang bukti, mengingat citra Dishubkominfo itu ada di lapangan. ‘’Setiap apel, kami selalu mengarahkan anggota supaya menjaga citra baik Dishubkominfo,’’ ujarnya.(ros)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *