Forum GTT Tetap Menuntut ke Pusat

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Forum Guru Tidak Tetap (GTT) Kabupaten Lombok Timur yang tidak keluar namanya saat pengumuman verifikasi sebagai tenaga honorer daerah (Honda) kategori dua (K2), tetap menuntut ke BKN Pusat dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, agar masuk dalam Honda K2 seperti guru-guru lainnya yang sudah keluar namanya.

‘’Pokoknya, kami tetap menuntut agar guru-guru yang jumlahnya sebanyak 683 orang yang belum masuk K2 harus segera diselesaikan, agar namanya bisa keluar sebagaimana GTT yang lainnya,’’ tegas Wakil Ketua Forum GTT Lotim, Arjuna didampingi Sekretaris, Ulul Azmi kepada wartawan di kantor Bupati Lotim, Selasa (30/4).

Arjuna mengatakan, ratusan GTT yang masuk K2 itu tidak keluar namanya pada hasil verifikasi pusat, lantaran salah mengisi formulir atau tanggal. Hanya saja, hal itu tidak sampai 100 persen dari jumlah tenaga K2 yang diajukan ke pusat. Sehingga, pihaknya mempertanyakan pada BKN kenapa bisa terjadi seperti itu. Padahal, berkas maupun data yang diserahkan untuk dikirim ke pusat, telah sesuai dengan apa yang diperintahkan. Tapi, dalam realisasinya, banyak diantara GTT yang tidak keluar namannya.

‘’Kalaupun terjadi human error, itu hanya sekitar 30 persen. Bukan malah mencapai ratusan orang seperti ini. Sampai saat ini, kami belum mengetahui hasil tentang K2 yang belum keluar namanya dari pusat itu,’’ ungkapnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Forum GTT Lotim, Ulul Azmi. Ia mengharapkan agar guru yang belum keluar namanya, cepat dikeluarkan oleh pusat. Karena, hal tersebut sudah mengundang kegelisahan dan keresahan di kalangan para GTT yang namanya belum keluar dari hasil verifikasi BKN.

Adapun terhadap K2 yang belum keluar namanya itu, BKN memerintahkan pihaknya untuk membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh dinas/intansi masing-masing. Itu untuk menguatkan nanti sebagai bahan kajian BKN.

‘’Dengan adanya surat pernyataan yang kami buat dan dikirim ke BKN, setidaknya menjadi salah satu titik terang dan kejelasan terhadap ratusan K2 yang belum keluar namanya itu. Jika masalah ini tidak bisa selesai, maka kami akan melakukan koordinasi dengan Forum GTT Pusat untuk menyikapinya,’’ katanya.

Ulul Azmi menjelaskan, pihaknya juga tetap melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dan Badan Kepegawain Daerah dan Diklat Lotim, guna bersama-sama mencari solusi penyelesaian atas
persoalan guru yang belum keluar namanya dari pusat sebagai tenaga Honda K2.

‘’Saat ini kami masih menunggu hasil uji publik terhadap masalah K2 itu. Mudah-mudahan dari hasil uji publik itu, ada kejelasan,’’ ungkapnya.(sr)

Responses (3)

  1. ya wajar mereka mengadu ke pusat, karena didaerah sudah terlalu sering mengadu. tapi hasilnya mirip miri p saja dengan kata kata nanti kita tindak lanjuti laporan anda, dstnya

    1. harusx pihak terkait lebih terbuka atau transparan tentang informasi K2,banyak data yang dimanipulasi dan SK siluman bisa masuk dan lolos verifikasi K2,malah ada yg udah meninggal dan jadi TKI bisa lolos dan keluar namax pada saat uji publik,kami harus menyalahkan siapa?????

  2. pemerintah harus segera menyelesaikan hal ini, sebab jumlah 683 itu tdk sedikit lho… dalam hal ini instansi yang terkait harus benar-benar fokus…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *