Jangan Naikkan Harga BBM, Kurangi Jatah BBM Para Pejabat

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Ditetapkannya tanggal 1 Mei sebagai hari libur dan merupakan buruh nasional, bukanlah hal yang istimewa. Demikian disampaikan Sekretaris DPD KSPSI Propinsi NTB, Usep Syarif Hidayat yang akrab disapa Akang melalui releasenya, Rabu (01/5).

Dikatakan Akang, mengapa tidak dikatakan istimewa, dikarenakan sejak jaman Soekarno sebenarnya libur nasional tanggal 1 Mei sudah diberlakukan melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1961. ‘’Yang dibutuhkan buruh saat ini bukan hanya sekadar mendapatkan hari libur, melainkan buruh lebih membutuhkan kesejahteraan upah, mendapatkan jaminan sosial, perlindungan kerja, kesehatan dan kebebasan untuk berserikat tanpa kriminalisasi dan yang terpenting adalah adanya keberlangsungan kerja dan adanya lapangan kerja,’’ ungkap Akang.

Kebutuhan tersebutlah, lanjut Akang, yang belum dipenuhi pemerintah. Karena hampir setiap hari pengaduan kasus ketenagakerjaan di berbagai daerah termasuk yang masuk pengaduannya ke Komisi IX DPR RI sejak lama masih seputar masalah di atas dan jumlah kasusnya mencapai puluhan ribu. ‘’Untuk apa libur satu hari jika sengsara di hari-hari berikutnya, apalagi pemerintah mau menaikkan BBM,’’ tegas Akang.

Ditambahkan Akang, diindikasi bahwa ‘bonus’ libur 1 Mei tersebut sebagai bentuk ‘suap’ kepada buruh agar tidak melakukan aksi penolakan naiknya BBM. ‘’Kalau saya boleh usul, daripana menaikkan harga BBM yang sudah dipastikan akan menimbulkan gejolak, lebih baik mengurangi jatah BBM bagi pejabat. Jika saja dalam satu kabupaten ada 100 pejabat yang memperoleh 20 liter BBM bensin, jika dikurangi jadi 10 liter bensin, maka dalam satu kabupaten akan mengirit 1.000 liter BBM,’’ jelas Akang.

Masih disebutkan Akang, seribu liter dikalikan jumlah kabupaten/kota ditambah pejabat tingkat provinsi dan dewan yang memperoleh jatah BBM jika dikurangi jatahnya setengah, maka dapat dibayangkan dalam satu hari akan ngirit BBM hingga jutaan liter.

‘’Toh dikasih jatah 20 liter pun penggunaannya sudah menjadi rahasiah umum tidak dimanfaatkan secara benar, terkadan digunakan untuk kepentingan pribadinya,’’ tandas Akang sambil menambahkan bahwa usulnya dipastikan akan ditolak para pejabat yang mendapat jatah BBM.

Selain itu, Akang mengatakan, bahwa kalaupun para pejabat ini dikurangi jatah BBM-nya, dipastikan masih banyak yang berlomba-lomba untuk mendapatkan jabatan dalam pemerintahan maupun di legislatif.(ar)

Responses (2)

  1. ini yang benar, dan seandainya naik harga BBM mei ini maka kaum miskin akan bertambah. sebab harga bahan pokok akan merayap naik tinggi, penghasilan masyarakat bawah tidak ada BSM belum siap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *