Menurun Penjual Miras di Lotim

DIMUSNAHKAN: Satpol PP Lotim melakukan pemusnahan barang bukti miras hasil razia.
DIMUSNAHKAN: Satpol PP Lotim melakukan pemusnahan barang bukti miras hasil razia.
DIMUSNAHKAN: Satpol PP Lotim melakukan pemusnahan barang bukti miras hasil razia.

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Setdakab Lotim, Salmun Rachman mengatakan, angka penjual minuman keras (miras) di daerah ini terus mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal itu seiring dengan semakin gencarnya aparat Satpol PP melakukan kegiatan operasi miras di daerah ini.

‘’Memang dari data yang ada, masyarakat kita yang menjual miras di Lotim mengalami penurunan, tapi kami tetap melakukan pengawasan dan penindakan tegas terhadap warga yang menjual barang haram itu,’’ tegas Salmun Rachman kepada wartawan di kantor bupati Lotim, Kamis (02/5).

Hanya saja, kata Salmun Rachman, saat ini masih banyak orang yang memasok miras dari luar kabupaten Lotim. Hal ini yang pihaknya terus berantas dengan tetap melakukan pemeriksaan terhadap semua kendaraan yang dinilai mencurigakan mengangkut miras dari luar daerah. Mengenai operasi yang dilakukannya, semakin hari semakin sedikit lantaran masyarakat sudah banyak yang sadar dan beralih profesi ke usaha yang tidak memiliki risiko hukum. Seperti membuka usaha perdagangan kecil-kecilan yang dapat meningkatkan perekonomian mereka.

‘’Saat ini yang masih banyak kami temukan adalah para peminum miras. Ini juga terus kami berantas dan memberikan penyadaran kepada mereka agar segera insyaf. Kalau ada laporan dari masyarakat, baru kami tindaklanjutinya,’’ ungkapnya.

Salmun Rachman menjelaskan, terhadap para pelaku miras yang dijaring dalam razia, aparat langsung memberikan sanksi tegas sesuai dengan Perda Miras yang ada. Bahkan, aparat kepolisian juga merasa respek dengan melakukan penangkapan terhadap para pelaku miras. ‘’Dalam mengangkut miras masuk ke Lotim, itu menggunakan kendaraan pribadi dan mewah. Sedangkan kendaraan umum dan sepeda motor, itu sudah tidak berani lagi karena sudah diketahui oleh aparat. Paada prinsipnya kesadaran untuk menjauhkan diri dari miras, tentunya timbul dari kesadaran sendiri,’’ tandasnya.(sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *