Suasana Bekas Kerajaan Adonara di Sagu

SUSANA: Inilah suasana bekas kerajaan Adonara di Sagu. Foto: Kopong Gana/Lomboktoday.co.id
SUSANA: Inilah suasana bekas kerajaan Adonara di Sagu. Foto: Kopong Gana/Lomboktoday.co.id
SUASANA: Inilah suasana bekas kerajaan Adonara di Sagu. Foto: Kopong Gana/Lomboktoday.co.id

SAGU, Lomboktoday.co.id—Tak seperti zaman kejayaan yang telah lalu. Sagu kini sedemikian kumuh dan memprihatinkan. Tak ada lagi kapal yang berlabuh di teluk yang tenang dan damai ini. Yang tersisa hanya beberapa toko yang menjual jajan sederhana ‘sebangsa’ roti khas yang sebelumnya sungguh langka dan banyak peminat.

Harapan akan bangkitnya Sagu, sebenarnya cukup besar. Sekiranya pemerintah setempat cukup menghargai sejarah, maka bekas pusat Kerajaan Adonara ini dapat dijadikan situs budaya atau sejarah yang dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata yang dapat memancing minat wisatawan.

Sayang sekali, bekas kejayaan kerajaan ini seakan-akan copot satu per satu. Sagu seakan makin tenggelam, dengan berpindahnya pusat bisnis di Pulau Adonara ke Waiwerang.

Sedemikian sulitkah membangun sebuah dermaga sederhana di tempat ini? Bukankah kapal besar dari penghujung pulau seantero Nusantara pernah singgah di tempat ini? Apalagi akses jalan yang menghubungkan Sagu dengan Waiwerang maupun sejumlah tempat yang lain, termasuk Kecamatan Witihama dan Keluba Golit sudah semakin baik, ditambah kawasan ini jarang tersentuh konflik. Itulah keuntungan lebih yang dimiliki Sagu yang sebelumnya menjadi pusat Kerajaan Islam paling tua di bagian tengah Indonesia atau minimal di NTT.(ama)

 

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *