Tak Sekadar Daging

MULTIFUNGSI: Inilah Kambing di Pulau Adonara yang merupakan binatang piaraan multifungsi. Foto: Kopong Gana/Lomboktoday.co.id

WITIHAMA, LOMBOKTODAY.CO.ID — Kambing bagi masyarakat Pulau Adonara, tak sekadar daging yang lezat untuk disantap. Kambing merupakan binatang piaraan multifungsi. Memang, agak kurang rasional menurut pandangan awam, bahwa orang membeli kambing bukan karena banyak dagingnya, melainkan tanduknya yang panjang dan bagus.

Kok bisa? Demikianlah faktanya. Karena membeli kambing yang bagus bagi masyarakat Adonara, bukanlah berat badannya yang jadi ukuran, melainkan tanduknya. Mengapa demikian? Karena kambing yang demikian akan dipakai untuk berbagai keperluan adat istiadat yang berlaku cukup merata di daerah ini. Membeli kambing dengan tanduk yang bagus dan bentuk tubuh yang gagah merupakan suatu kebanggaan.

Karena, yang membawa kambing ini untuk suatu keperluan adat itu, tak akan ditimpa rasa malu. Dan jika terjadi sebaliknya, kemungkinan yang bersangkutan akan menjadi bahan olok-olokan, meski hal demikian tak disampaikan secara terbuka.

Adat istiadat atau tradisi unik ini, hingga kini masih terus bertahan, bahkan makin awet. Tak sedikit masyarakat, khususnya kaum petani yang merangkap menjadi peternak, membidiknya sebagai peluang bisnis.

Hanya saja, untuk menghasilkan kambing dengan ukuran tanduk yang panjang dan memenuhi syarat untuk keperluan adat istiadat unik ini, memang butuh waktu cukup lama, termasuk banyaknya ancaman kegagalan, mulai dari penyakit hingga wabah anjing yang dikenal dengan sebutan ‘Aho Berongoten’.

Sebagai contoh, inilah seekor kambing yang cocok digunakan untuk upacara itu. Harganya berkisar antara Rp3,5-4 juta. Semoga makin lestari, karena hal seperti ini kemungkinan sungguh sulit dijumpai di bagian lain dunia ini.(ama)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *