Juni Mulai Penuntasan Buta Aksara

LOTENG, Lomboktoday.co.id—Pelaksanaan pembelajaran penuntasan buta aksara di Kabupaten Lombok Tengah, akan di mulai pada 1 Juni 2103 mendatang. Hanya saja, itu akan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Praya Tengah saja, sedangkan untuk wilayah kecamtaan lainnya, masih menunggu keluarnya anggaran.

Adapun jumlah sasaran buta aksara di Kecamatan Praya Tengah sebanyak 5.680 sasaran, yang tersebar di tujuh desa. ‘’Untuk anggaran pelaksanaan penuntasan buta aksara itu berasal dari dana APBD Lombok Tengah,’’ kata Kabid PNFO Dinas Dikpora Loteng, Lalu Haerul kepada wartawan di kantornya, Senin (20/5).

Haerul mengakui bila pelaksanan pembelajaran penuntasan buta aksara di Loteng, belum bisa dilaksanakan secara serentak. Karena, masih menunggu anggaran keluar dari dana APBN dan APBD. Padahal, jumlah sasaran penuntasan buta aksara di Bumi bermotokan Tatas Tuhu Trasna (Tastura) ini mencapai sebanyak 22.000 sasaran, yang anggarannya berasal dari dana APBN, APBD NTB dan APBD Loteng.

‘’Untuk anggaran dari dana APBN, jumlah sasaran yang kita dapatkan di Loteng sebanyak 6000 sasaran. Sedangkan anggaran dari dana APBD NTB sebanyak 10.000 sasaran dan sisanya dari dana APBD Loteng sebanyak 6.000 sasaran,’’ ungkapnya.

Haerul menjelaskan, pelaksanaan pembelajaran penuntasan buta aksara di Loteng, pihaknya tetap bekerjasama dengan pihak PKBM dan Yayasan yang ada di setempat selaku lembaga yang melaksanakannya. Dan pelaksanaan pembelajaran penutasan buta aksara itu akan dilaksanakan sebanyak 32 kali pertemuan. ‘’Penuntasan buta aksara menunju angka nol buta aksara di Loteng pada tahun 2013 ini, pasti akan terwujud,’’ ujarnya.

126 PKBM Terdaftar di Loteng

Sementara itu, jumlah PKBM yang sudah terdaftar di Kabupaten Lombok Tengah sampai 2013 ini, sebanyak 126 PKBM.

Kegiatan atau program dari PKBM itu adalah untuk mengelola kebutaaksaraan fungsional (KF) dalam menuntaskan buta aksara di daerah ini. Dan pihaknya selalu menerjunkan stafnya ke bawah untuk meninjau atau mengawasi secara langsung dari kegiatan PKBM tersebut. Tak hanya sekadar mengawasi kegiatannya semata, tapi pihaknya juga memeriksa NPWP, ijin operasional dari PKBM itu.

‘’Jumlah proposal yang masuk dari PKBM ke kami itu sangat banyak sekali. Saya akui, selama dua bulan ini menjabat sebagai saya ,’’ bebernya.(ros)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *