Pengamanan Kantor KPU Lotim Diperlonggar

Wakapolres Lotim, Kompol Heny Sri Rokmi Mulyani
Wakapolres Lotim, Kompol Heny Sri Rokmi Mulyani. Dok/Lomboktoday.co.id

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Pengamanan kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Timur mulai diperlonggar. Artinya, penjagaannya tidak seketat waktu pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi hasil Pemilukada gubernur/wagub NTB dan bupati/wabup Lotim dua hari lalu. Dilakukan blockade pengamanan berlapis dari unsur Dalmas, Brimob dan TNI, termasuk melakukan pemasangan kawat berduri, mulai dari simpang tiga kantor Pos Selong dan simpang empat kantor PLN Ranting Selong. Termasuk beberapa unit mobil Water Canen, disiagakan untuk mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Pantuan Lomboktoday.co.id, terlihat pemasangan kawat berduri di sekitar kantor KPU Lotim sudah mulai dicabut lagi. Begitu juga aparat keamanan yang di BKO dari Mabes Polri dan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta distanbykan di Wisma Haji Selong, sedangkan yang mengamankan kantor KPU Lotim anggota Brimob Polda NTB dan Sabhara Polres Lotim.

Wakapolres Lotim, Kompol Heny Sri Rohmi Mulyani saat dikonfirmasi wartawan membenarkan pemasangan kawat berduri di sekitar lokasi kantor KPU Lotim sudah mulai dicabut sejak hari Selasa kemarin (21/5), dengan terlebih dahulu melihat situasi keamanan yang kondusif. Meski begitu, pihaknya tetap menempatkan aparat keamanan Brimob maupun personel Polres Lotim untuk mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan nanti terjadi. ‘’Pengamanan masih tetap kami lakukan di kantor KPU Lotim sampai situasi benar-benar aman,’’ tegas Wakapolres Lotim, Kompol Heny Sri Rokmi Mulyani.

Heny Sri Rokmi Mulyani mengakui, selama proses rekapitulasi di KPU Lotim beberapa waktu lalu sampai saat ini, situasi masih kondusif serta aman dan terkendali. Meski sebelumnya ada riak-riak dari pendukung salah satu calon untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan, setelah mendengar hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU Lotim. Tapi, mereka tentu berpikir panjang melihat banyaknya aparat keamanan yang mengamankan jalannya rekapitulasi tersebut. Mulai dari TNI, Sabhara, Dalmas dan Brimob dari Mabes Polri, Polda DIY maupun Polda NTB.

‘’Kami tetap mewaspadai berbagai kemungkinan yang akan terjadi, karena tidak mustahil bisa meledak lantaran ada rasa ketidakpuasan mereka,’’ ungkapnya.(sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *