KNPI Loteng Tuntut Anggaran

LOTENG, Lomboktoday.co.id—Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Loteng mendatangi kantor bupati Loteng sekitar pukul 10.00 Wita, Senin (27/5). Kedatangan anggota KNPI Loteng itu, tak lain untuk hearing terkait anggaran dari dana APBD Loteng untuk kegiatan KNPI.

Ketua KNPI Loteng, Zamroni Aziz mengatakan, pihaknya melakukan hearing ke kantor bupati untuk meminta haknya kepada Pemkab setempat. Sebab, sebagai salah satu lembaga organisasi kepemudaan (KNPI, Red), pihaknya juga turut dalam membangun daerah ini. Jadi, tidak ada salahnya bila pihaknya meminta kepada Pemkab Loteng agar memberikan anggaran untuk kegiatan-kegiatan KNPI. Karena, di kabupaten/kota lain di NTB, Pemda mereka mengalokasikan anggaran untuk KNPI.

‘’Tapi kenapa KNPI kita di Loteng ini tidak mendapat anggaran dari Pemkab Loteng, padahal organisasi kita ini sangat aktif,’’ kata Zamroni Aziz kepada wartawan di halaman kantor bupati Loteng, Senin (27/5).

Zamroni menyebutkan KPNI Kota Mataram misalnya, setiap tahun selalu mendapatkan anggaran dari Pemkot Mataram, yakni tak kurang dari setengah miliar rupiah. Begitu juga dengan KNPI di kabupaten/kota lainnya. ‘’Bagaimana kita bisa ikut berperan aktif dalam membangun Loteng ini bila Pemkab sendiri tidak mendukung kegiatan KNPI Loteng. Untuk mendukung kegiatan KNPI Loteng, tentu kita membutuhkan dana, sehingga kita harapkan Pemkab Loteng menganggarkan dalam APBD untuk kegiatan-kegiatan KNPI,’’ ungkapnya.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh KNPI Loteng, lanjut Zamroni, seperti melakukan pembinaan life skill (keterampilan) terhadap para pemuda di Loteng. Hal ini dilakukan untuk mengangkat IPM pemuda Loteng agar mereka bias menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, sehingga mereka tidak terfokus hanya ingin menjadi PNS.

‘’Agenda program KNPI Loteng untuk tiga tahun kedepan, yakni kita akan mengembangkan kesenian budaya yang ada di Loteng ini melalui berbagai kegiatan maupun acara festival,’’ ujarnya.(ros)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *