Banyak Ditemukan Kasus Pernikahan Dini

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Lombok Timur menemukan banyak kasus pernikahan dini atau di bawah umur. Berdasarkan data yang tercatat di LPA Lotim, terdapat puluhan orang melakukan pernikahan diri dari kurun waktu Januari hingga akhir Mei 2013.

‘’Kami tidak menampik kalau banyak ditemukan anak di bawah umur yang melakukan pernikahan dini sebagaimana laporan yang kami terima,’’ terang Ketua LPA Lotim, Hamdan kepada wartawan di kantor bupati Lotim, Rabu (29/5).

Hamdan mengatakan, kebanyakan yang ditemukan melakukan pernikahan dini di Lotim adalah mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), sesuai laporan yang diberikan masyarakat dan para orang tua kepadanya, itu pun belum dihitung yang melakukan secara sembunyi-bunyi. Sehingga, masalah ini menjadi perhatian serius semua pihak untuk segera mencarikan solusi terbaik, agar tidak terus terjadi pernikahan dini atau di bawah umur. Karena, hal ini akan merugikan anak bersangkutan.

‘’Penyebab banyaknya terjadi pernikahan dini, karena kesalahan orang tua dari anak bersangkutan, yang memberikan ijin menikah kepada anaknya yang masih di bawah umur, tanpa pernah memikirkan dampak kedepannya,’’ katanya.

Hamdan yang juga mantan Camat Pringgasela ini menjelaskan, apabila masalah pernikahan dini ini tidak segera dicegah, maka dikhawatirkan ke depan akan menjadi masalah besar. Sehingga, penting adanya peran orang tua, guru, masyarakat dan pemerintah daerah untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada anak didik agar tidak melakukan perkawinan di bawah umur.

Bila ada ditemukan melakukan pernikahan dini, pihaknya selalu memediasi dengan pihak keluarganya untuk mencegah terjadinya pernikahan dini tersebut. Hanya saja, hal itu bisa dilakukannya apabila ada laporan sebagai dasar untuk menindaklanjutinya.

‘’Pernikahan dini itu seringkali dilakukan dengan cara diam-diam, tanpa ada yang mengetahuinya. Dan kebanyakan menjadi istri siri, sehingga baru satu bulan nikah mereka sudah cerai, mengingat secara mental mereka belum siap,’’ ungkapnya.(sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *