Sirra Prayuna Mundur jadi Tim Kuasa Hukum SUFI

‘SUFI Tunjuk Umayyah Pengganti Sirra Prayuna’

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Sirra Prayuna mengundurkan diri sebagai koordinator tim kuasa hukum pasangan HM Sukiman Azmy-HM Syamsul Luthfi (SUFI) dalam gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), terkait kasus sengketa hasil Pemilukada bupati/wabup Lotim periode 2013-2018.

Karkena itu, paket SUFI menunjuk Umayyah sebagai koordinator tim kuasa hukum SUFI di MK, selaku pengganti Sirra Prayuna. Karena memang, antara Sirra Prayuna dengan Umayyah merupakan satu tim yang menangani kasus gugatan SUFI di MK  sebelum mengundurkan diri menjadi kuasa hukum SUFI.

Sirra Prayuna saat dikonfirmasi Lomboktoday.co.id melalui via ponselnya, Selasa malam (28/5), membenarkan dirinya mengundurkan diri menjadi kuasa hukum Paket SUFI dalam kasus gugatan sengketa Pemilukada bupati/wabup Lotim di MK. Bahkan dirinya sudah bertemu dengan Paket SUFI untuk membicarakan masalah pengunduran dirinya sebagai kuasa hukum, dengan memberikan alasan yang realistis.

‘’Saya mengundurkan diri menjadi kuasa hukum SUFI, karena masalah kesibukan saja, sehingga Paket SUFI akan memutuskan siapa yang akan ditunjuk untuk menggantikan dirinya menjadi kuasa hukumnya,’’ terang Sirra Prayuna.

Pengacara kondang itu menjelaskan, dirinya mengundurkan diri menjadi kuasa hukum SUFI bukan karena adanya tekanan dari pihak manapun, tapi hanya karena masalah kesibukan saja. Sehingga inilah yang menjadi pertimbangan bagi dirinya untuk mengundurkan diri. Mengenai surat pengunduran dirinya, lanjut Sirra, akan disampaikan ke MK dengan mengutus anggota pengacaranya ke MK. Sehingga pihak MK nanti akan bisa memakluminya.

‘’Saya tegaskan, tidak ada tekanan dan intimidasi dari siapapun, pengunduran diri saya sebagai kuasa hukum SUFI murni karena masalah kesibukan saja,’’ tegasnya.

Di tempat terpisah, Cabup Lotim dari pasangan SUFI, HM Sukiman Azmy membenarkan bila Sirra Prayuna mengundurkan diri menjadi kuasa hukum Paket SUFI di MK. Sehingga, SUFI sepakat menunjuk Umayyah menjadi kordinator tim kuasa hukumnya bersama tiga anggota pengacara lainnya, mengantikan Sirra Prayuna.

Alasan Sirra Prayuna mengundurkan diri, kata Sukiman, karena menangani sengketa Pemilukada Propinsi Bali. Dimana, cagub yang mengadukan keberatan ke MK terhadap hasil Pemilukada Bali adalah kader PDI Perjuangan. Sehingga Sirra Prayuna ditunjuk untuk menangani kasus tersebut.

‘’Sirra Prayuna sudah menghadap ke kami mengenai pengunduran dirinya menjadi kuasa hukum Paket SUFI,’’ katanya.

Mengenai masalah materi apa yang digugat di MK, Sukiman tak mengetahui secara persis. Karena sudah diserahkan sepenuhnya kepada kuasa hukumnya untuk menyiapkan semua berkas yang nantinya akan dijadikan bukti dalam persidangan di MK. Begitu juga mengenai masalah bukti-bukti yang ditemukan di lapangan, sudah ada tim yang bekerja untuk itu. Sedangkan gugatan yang dilakukan Paket SUFI di MK, tidak lain untuk mengakomodir keinginan dari para massa SUFI yang berjumlah 41 persen tersebut, dan memperjuangkan sampai batas akhir.

‘’Apapun keputusan di MK nanti, tentu kami akan terima, karena itu perjuangan yang terakhir. Cuma kami minta MK untuk secepatnya memberikan keputusan, dan kami tetap menjaga kondusitifitas tanpa melakukan tindakan yang merugikan masyarakat,’’ ungkapnya.(sr)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *