Singkong Multifungsi, Penyangga Pangan dari Adonara

singkong lagiWITIIHAMA. Lomboktoday.co.id – Tak hanya jagung yang ditanam di sela batu, singkong yang multifungsi pun ditanam di sela batu.

Meski demikian, hasil singkong yang ditanam di sela batu ini tak ada bedanya dengan singkong di beberapa tempat di Pulau Adonara yang tanahnya datar.

Bahkan fakta yang ada menunjukan, hasil singkong yang ditanam di sela batu yang tanahnya merupakan tanah hasil letusan gunung berapi, memberikan hasil yang jauh lebih bagus.

Hasil singkong di daerah ini tak semata-mata dijadikan pakan ternak tapi juga menjadi bahan olahan makanan  bermutu yang dapat dijadikan penyanggah pangan lokal.

Saking banyaknya hasil singkong, ada yang harus dikeringkan menjadi gaplek, untuk kemudian dijual kepada orang Binongko yang merapat di  Dermaga Waiwuring.

Orang Binongko lebih dikenal dengan sebutan ‘Ata Tena Bel’e’ (Orang dari Perahu  Besar). Memang orang Binongko selau merapat di Pantai Waiwuring guna membeli gaplek yang dijual petani di tempat ini.

Mereka tak hanya merapat satu atau dua hari, tetapi bahkan berminggu-minggu, karena terkadang musim yang kurang bersahabat, membuat para petani enggan mengolah  singkong menjadi gaplek. Akhirnya Ata Tena Bel’e harus turun dari perahu  dan masuk ke ladang-ladang para petani guna mencari singkong.

Tapi jika musim cukup bersahabat, Ata Tena Bel’e tak perlu bersusah payah mencari singkong. Para petani akan berduyun-duyun menuju pantai menjual singkongnya.

Menjelang musim kemarau seperti ini, biasanya Ata Tena Bel’e siap merapat. Dan , ada diantara para petani yang sudah mulai siap-siap mencabut ubinya untuk dijemur guna dijadikan gaplek. (ama)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *