Warga Buka Jalan Baru Secara Swadaya

JALAN BARU: Inilah jalan baru yang dibuka warga Desa Watoone secara swadaya menuju Desa Watololong. (Kopong Gana/lomboktoday.co.id)

WITIHAMA,Lomboktoday.co.id – Membangun sesuatu demi kemajuan bersama, tak harus tunggu aliran dana  dari pemerintah. Ini sekaligus juga membangun jiwa yang mandiri di tengah masyarakat.

Jika kebanyakan warga selalu menunggu kapan pemerintah “melimpahkan belas kasihnya”, lain halnya dengan beberapa warga di Desa Watoone, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara.

JALAN BARU: Inilah jalan baru yang dibuka  warga Desa Watoone secara swadaya  menuju Desa Watololong. (Kopong Gana/lomboktoday.co.id)
JALAN BARU: Inilah jalan baru yang dibuka warga Desa Watoone secara swadaya menuju Desa Watololong. (Kopong Gana/lomboktoday.co.id)

Secara swadaya, mereka membuka jalan baru menuju Kepasa, salah satu wilayah kebun di desa itu yang lokasinya mendekati lereng gunung, dan terletak persis di sebelah Desa Watololong, Kecamatan Witihama.

Jalan baru yang diperkirakan sepanjang tiga kilometer dan penuh tanjakan ini, meliwati banyak kebun warga. Syukurlah, warga mau  mengerti dan  memberikan beberapa meter lahan kebunnya untuk jalan baru .

”Tidak apa, ini  juga kan untuk kepentingan bersama. Masing-masing kebun sumbang satu meter di pinggir kiri kanan jalan yang dilewati, itu pun sudah cukup untuk lewat mobil.  Ada juga warga yang merelakan lahannya sendiri untuk jalan baru,” ujar Mangu, salah seorang warga yang ikut dalam kegiatan buka jalan baru ini.

Kegiatan yang murni swadaya masyarakat ini, kontan saja menyedot perhatian begitu banyak warga masyarakat, termasuk mereka yang kebunnya bukan di Kepasa dan sekitarnya.

Semula, hanya warga yang kebunnya di sekitar Ao Papan, Kepasa, dan Wane yang turun langsung mengerjakan pembukaan jalan baru ini. Namun  di hari-hari selanjutnya, warga lain pun ikut pula berpartisipasi.

Apalagi, pihak Desa Watololong  sudah siap menyambut di belakang bukit untuk meneruskan pembangunan jalan menuju kampung halaman mereka.

Selama ini, akses jalan menuju Desa Watololong, hanya satu-satunya melalui Desa Lamablawa di Kecamatan  Witihama.

Memang ada juga jalan lain dari Desa Watoone menuju Desa  Watololong, namun jalan yang satu ini sulit diakses lantaran  cenderung terjal dan jarang dilalui kendaraan maupun orang, akhirnya tertutup dengan sendirinya.

Akses jalan yang baru dibuka ini, tak melulu hanya berfungsi melancarkan transportasi orang sebagaimana yang nyata dari fungsi jalan yang menghubungkan Watololong dengan  Desa Lamablawa, melainkan lebih dari itu.

Karena, kawasan kebun Kepasa dan sekitarnya, merupakan daerah penghasil berbagai komoditi pertanian, mulai dari kelapa, jambu mete, singkong, serta buah-buahan dalam berbagai jenis, termasuk banyaknya petani yang merangkap sebagai peternak.

Dengan dibukanya jalan baru, pengangkutan hasil tani maupun ternak tidak lagi mengandalkan tenaga manusia semata seperti yang selama ini dilakukan. ”Ekonomi masyarakat tentu akan semakin meningkat dengan dibukanya akses jalan baru ini,” tambah Mangu.

Untuk sementara, jalan ini masih tinggal dalam keasliannya dari tanah, dan pembukaan jalan pun belum sampai tuntas.

”Tidak akan butuh waktu lama, tiap Sabtu kami turun kerja bhakti,” kata warga lainnya. AMA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *