Puluhan Lulusan SD Berharap Masuk SMP Lewat BL

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Sekitar 70-an lulusan SD asal Pagutan yang tidak lulus melalui pendaftaran online di SMP Negeri 7 Mataram, Sabtu lalu mendatangi sekolah. Didampingi orangtuanya, mereka berharap bisa masuk ke SMPN 7 lewat jalur Bina LIngkungan. Pasalnya, sebagian besar yang lulus penerimaan siswa baru di SMP Negeri 7 Mataram melalui online justru berasal dari luar wilayah kelurahan Pagutan.

“Sekitar 70 orang lebih calon siswa dari Pagutan mendatangi sekolah, karena tidak lulus melalui pendaptaran online.  Calon siswa bersama para wali murid datang langsug ke sekolah menyerahkan berkasnya,” kata Kepala SMP Negeri 7 Mataram HM Sibawaih di Mataram, Sabtu (29/6).

Menurut Sibawaih, pihaknya akan mencarikan solusi agar anak usia sekolah tersebut bisa melanjutkan pendidikan untuk wajib belajar pendidikan dasar. Selain itu, Sibawaih, juga akan membawa masalah tersebut ke pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram untuk mencarikan solusi terbaik, sehingga anak usia sekolah tersebut bisa melanjutkan pendidikan dasarnya di SMP Negeri 7 Mataram.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secar online di Kota Mataram untuk jenjang Pendidikan SMP Negeri, SMA Negeri dan SMK Negeri di Kota Mataram telah dilaksanakan dari tanggal 24-27 Juni 2013. Jumlah pendaftar yang memilih SMPN 7 Mataram sebagai pilihan pertama sebanyak 628 orang. Sementara kuota yang disiapkan di SMP Negeri 7 Mataram untuk 324 orang siswa yang dibagi dalam Sembilan kelas atau rombongan belajar.

“Kami akan usahakan calon siswa yang tidak diterima secara online itu bisa masuk di SMP Negeri 7 Mataram melalui jalur bina lingkungan (BL),” ungkap Sibawaih.

Sibawaih mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Dikpora Kota Mataram untuk mencarikan solusi agar sebanyak 70-an calon siswa yang tidak lulus melalui PPDB online bisa dimasukan melalui jalur BL.

Menurut Sibawaih, sekitar 70-an calon siswa tersebut berdasarkan kartu keluaraga (KK) merupakan penduduk asli di kawasan SMPN 7 Mataram yang sebagian besar beragama Hindu dan sebagiannya lagi beragam islam.

Jadi  sangat tidak mungkin calon siswa yang tidak lulus online itu diarahkan untuk masuk ke MTs swasta yang banyak beroperasi di kawasan wilayah Kelurahan Pagutan.

“Solusinya agar mereka bisa bersekolah, ya kita masukan melalui BL dengan menambah isi dalam setiap kelasnya,” kata Sibawaih. MN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *