Kajari Minta LPD Lotim Lengkapi Alat Bukti

LOTIM,Lomboktoday.co.id – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Selong, Nurrohman SH, meminta kepada Lembaga Penegak Demokrasi (LPD) Lombok Timur untuk melengkapi alat bukti atau fakta yang menguatkan terkait laporan mereka atas dugaan keterlibatan mantan pejabat penting di Lotim dalam kasus tanah pecatu Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya yang menyebabkan ada kerugian negara dan tindak pidana korupsi.

Hal ini ditegaskan Kajari Selong, Nurrohman kepada wartawan sesuai melakukan kegiatan hearing antara pihak Kejaksaan dengan perwakilan LPD Lotim di lantai II kantor Kejaksaan Negeri Selong, Rabu (10/7), yang berjalan dengan mendapatkan pengamanan ketat dari aparat Polres Lotim dan BKO dari Polda NTB.

“Hingga saat ini belum ada alat bukti yang menguatkan, untuk menetapkan mantan Bupati Lotim menjadi tersangka dalam kasus dugaan tukar guling tanah pecatu tersebut,” terang Nurrohman, seraya mengatakan kalau lengkap alat bukti dan faktanya, maka tentunya akan segera diserahkan langsung ke Pengadilan.

Dikatakannya, dalam kasus tanah pecatu itu yang sudah divonis Pengadilan Tipikor antara lain mantan Kepala Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) Setdakab Lotim,L.Tsabit dan Hasbi. Sedangkan pengembangan dan temuan baru dari fakta persidangan yang ada pihaknya telah menetapkan mantan Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Lotim, MA dan Mantan
Kades Apitaik,S sebagai tersangka. Namun untuk menetapkan mantan penguasa di Lotim menjadi tersangka tentunya harus ada bukti kuat.

“Kami menetapkan orang sebagai tersangka tentunya harus ada bukti yang menguatkan minimal dua alat bukti, karena tanpa adanya itu semua kami tidak berani,” tandas Kajari Selong, Nurrohman seraya mengatakan pihaknya akan mendatangkan saksi ahli dari BPKP terkait masalah tukar guling tanah pecatu tersebut.

Sementara massa LPD Lotim mendengar apa yang disampaikan oleh Kajari Selong tersebut, mengaku kecewa dengan pihak kejaksaan yang dinilai tidak serius menangani masalah kasus tukar guling tanah pecatu tersebut. Dengan dugaan keterlibatan mantan Bupati Lotim.

“Masak Kajari mengatakan alat bukti dan fakta yang ada masih kurang dan belum lengkap, sedangkan dari pengadilan Tipikor lengkap, maka kinerja Kejaksaan untuk tangani kasus korupsi patut dipertanyakan,” ujar Subhan, salah seorang orator massa LPD sambil menunjukkan surat penyataan Kepala Kajari Selong mengenai masih kurang lengkapnya alat bukti untuk menggeret mantan Bupati Lotim menjadi tersangka.

Massa Perwakilan dari LPD setelah selesai melakukan hearing kemudian membubarkan diri, dengan penuh rasa kecewa atas sikap pihak Kejari Selong yang tidak merespon apa yang menjadi tuntutan dari massa LPD Lotim. SR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *