Penyerahan Alat Bukti Ricuh, Kajari Bersitegang dengan Massa LPD

LOTIM,Lomboktoday.co.id – Penyerahan alat bukti kasus tukar guling tanah pecatu desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur dari Lembaga Penegak Demokrasi (LPD) Lotim kepada pihak kejaksaan Negeri Selong, Kamis (11/7), berlangsung ricuh. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Selong, Nur Rohman tidak mau menerima alat bukti yang akan diserahkan oleh LPD Lotim sesuai dengan kesepakatan hearing, para Rabu lalu.

Sebelum penyerahan alat bukti antara Kajari Selong,Nur Rohman sempat bersitegang dengan massa perwakilan LPD di Aula Kejaksaan Negeri Selong. Karena keberatan Kajari Selong dibilang tidak menghormati masyarakat yang datang untuk serahkan alat bukti.

“Silahkan hormati kami pak Kajari, jangan terima kami dengan berdiri seperti itu,” kata Wakil Ketua LPD Lotim, L Rusman sambil menunjukan tangan ke arah Kajari Selong yang sedang berdiri.

Atas perkataan dari pengurus LPD Lotim itu membuat Kajari Selong, langsung membalasnya dengan menunjuk tangan. Sehingga inilah yang membuat suasana sempat menjadi tegang dan ricuh, akan tetapi untuk aparat keamanan sigap mengamankan massa yang sudah mulai panas.

“Jangan perintahkan saya¬† seperti itu,” ujar Kajari Selong, Nur Rohman sambil menunjukkan massa sebelum penyerahan alat bukti dilakukan, untuk kemudian meninggalkan aula Kejaksaan Negeri Selong.

Sementara penyerahan alat bukti kasus tukar guling tanah pecatu tersebut. Meski Kepala Kajari Selong tidak mau menerimanya, akan tetapi mengutus mengutus Kasi Intelejen, Fajar Alamsyah Malo dan Kasi Pidsus, Feddy Hantyo untuk menerima penyerahan alat bukti tersebut. Meski dari massa LPD masih pro dan kontra terhadap pejabat yang menerima alat bukti kasus tukar guling tanah pecatu yang diduga melibatkan Mantan Bupati Lotim, H.M.Ali BD.

“Karena yang membuat pernyataan adalah pak Kajari Selong atas keterlibatan mantan Bupati Lotim, maka yang menerima penyerahan alat bukti ini adalah Kajari sendiri,” kata Subhan seraya mengatakan kalau Kajari tidak mau menerima tentunya patut dipertanyakan ada apa dengan Kajari selong.

Sementara Kasi Intelejen, Fajar Alamsyah Malo yang menemui perwakilan LPD untuk menyerahkan alat bukti tersebut mengatakan kalau dirinya bersama kasi Pidsus yang diutus untuk menerima alat bukti tersebut, sedangkan alasan kenapa pak Kajari tidak mau dirinya tidak mengetahuinya.

H Hulain mengatakan sangat menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh Kajari Selong, dengan tidak mau menerima penyerahan alat bukti dugaan keterlibatan HM.Ali BD dalam kasus tukar guling tanah pecatu tersebut.

“Padahal hari Rabu kemarin dia berjanji sendiri akan menerima alat bukti yang akan kami bawa ini. Kajari tidak memegang komitmen yang telah ada, sehingga menyerahkan kepada anak buahnya untuk menerimanya yang tidak bisa mengambil kebijakan,” keluh H Hulain. SR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *