Waspadai Surat Palsu Berkedok Penipuan

LOTENG, Lomboktoday.co.id—Ini kabar penting yang harus perlu diwaspadai oleh pemerintah daerah maupun pemerintah desa. Karena, saat ini telah banyak beredar surat palsu yang disampaikan ke pemerintah daerah dan pemerintah desa mengenai dana bantuan pembangunan desa tertinggal, yang seolah-olah surat itu ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Padahal, hal itu tidak pernah diterbitkan oleh pihak Kementerian Dalam Negeri, sehingga surat tersebut diindikasikan berkedok penipuan mengenai bantuan pembangunan desa tertinggal.

Assisten I Setdakab Loteng, Amin mengakui, memang sejak dulu telah banyak beredar surat yang berkedok penipuan, yang modusnya mengatasnamakan Bappenas dan KPDT. Dimana, kop surat, tandatangan dan stempel basah sama seperti aslinya yang dikirim ke desa, bahwa desa bersangkutan mendapatkan bantuan Rp500 juta untuk program pengerasan jalan, perbaikan saluran air dan untuk merehab gedung maupun kantor. Dan mereka (si oknum penipu, Red) meminta uang jasa pengurusan sebesar Rp50 juta dari desa itu sendiri.

‘’Kalau ada bantuan dari pemerintah pusat, tidak mungkin akan diberitahukan langsung ke desa itu. Melainkan pemerintah daerah harus mengetahui lebih dulu baru ke desa. Itu sebabnya, Mendagri meminta kita untuk mengimbau atau menyebarkan informasi ini kepada pemerintah camat dan pemerintah desa, bila ada surat yang diterima seperti yang kami jelaskan tadi, supaya tidak cepat percaya, tapi harus dikroschek terlebih dahulu,’’ katanya kepada wartawan di kantornya, Rabu (17/07).

Amin menjelaskan, pihaknya sudah mengimbau kepada camat dan desa yang dilakukannya mulai sejak 2012 lalu, lebih-lebih dengan adanya laporan yang masuk dari desa terkait persoalan ini. Salah satunya dari Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, yang telah dikirimkan surat palsu. Dan masalah itu pun sudah dilaporkan ke pemerintah pusat.

Ia bersyukur karena sampai saat ini di Kabupaten Lombok Tengah belum ada yang menjadi korban dari surat palsu yang berkedok penipuan mengenai dana bantuan desa tertinggal itu.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *