Polisi Perketat Pengawasan Lapas Selong

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur terus memperketat melakukan pengawasan terhadap Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Selong. Terutama pasca terjadinya kasus kerusuhan yang terjadi di Lapas Medan, Sumatra Utara (Sumut), sehingga menyebabkan tahanan banyak yang kabur, termasuk pelaku terorisme.

Sementara untuk mewaspadai dan mengantisipasi masuknya para pelaku terorisme yang kabur dari Lapas Medan ke Lotim, pihak Polres Lotim tetap melakukan langkah-langkah dengan memperketat pemeriksaan dan pengawasan jalur keluar masuk Lotim dengan kabupaten tetangga, begitu juga di pelabuhan Khayangan.

“Kami tetap memperketat pengawasan di Lapas dengan bekerjasama pihak lapas Selong, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi nantinya,” terang Kapolres Lotim, AKBP Dede Alamsyah, S.Ik kepada wartawan di rumah dinas Kapolres Lotim, Sabtu malam (20/7).

Pihaknya  tidak menginginkan kasus yang terjadi di Lapas Medan itu terjadi di Lapas Selong. Sehingga berbagai upaya dan cara terus dilakukan untuk mencegahnya. Dengan tentunya anggotanya bersama petugas lapas melakukan pemeriksaan di dalam lapas. Dengan sasarannya para tahanan dan narapidana.

Polisi dan petugas Lapas juga dikerahkan untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada tahanan dan narapidana untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum di dalam Lapas. Sebab, akan ada sanksi hukum yang akan diberikan kepada narapidana yang melanggar, meski mereka masih berstatus narapidana yang sedang menjalani hukum atas
perbuatan yang telah dilakukannya.

“Langkah antisipasi sebelum adanya kejadian sangat penting dilakukan, ketimbang nantinya setelah kejadian baru kita melakukan langkah-langkah,” ujar Dede Alamsyah.

Dede menambahkan terhadap adanya tahanan pelaku terorisme yang kabur dari lapas di Medan, pihaknya tetap mewaspadai masuknya para pelaku terorisme yang kabur dari Lapas di Medan ke Lotim. Dengan memperketat pengawasan dan pemeriksaan, baik di pelabuhan Khayangan maupun jalur perbatasan masuk ke wilayah hukum Polres Lotim. Hal ini dilakukan sesuai dengan perintah dari Kapolri maupun Kapolda NTB.

“Langkah antisipasi dan waspadai masuknya para pelaku terorisme tetap dilakukan, akan tetapi mudah-mudahan tidak ada yang masuk ke Lotim,” terang Kapolres Lotim, AKBP Dede Alamsyah, S.Ik seraya mengatakan kepada semua anggota Polres Lotim dan Polsek-Polsek tetap kami berikan penekanan untuk selalu waspadai terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi ganggu kamtibmas.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *