Marak, Praktik Pengeboman Ikan di Lotim

494

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Praktik pengeboman ikan di wilayah kabupaten Lotim masih marak terjadi, terutama di wilayah perairan Lotim bagian Selatan yakni Keruak dan Jerowaru, serta bagian utara di perairan Gili Bidara, Kecamatan Sambelia.

“Memang kasus pengeboman ikan di wilayah perairan Lotim masih marak terjadi,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lotim, H Hariyadi Surenggana kepada wartawan di kantor Camat Sembalun, Minggu petang (21/7).

Dijelaskannya, berbagai langkah dan upaya dilakukan pihaknya untuk mencegah agar tidak lagi terjadinya pengeboman ikan di wilayah perairan Lotim. Salah satunya dengan menggencarkan razia bersama dengan Dinas Perikanan Provinsi dan Polairud.

Sehingga membuahkan hasilnya, dengan ditangkapkan baru-baru ini tiga nelayan yang melakukan pengeboman ikan di wilayah perairan Gili Bidara, Sambelia. Dengan penanganannya langsung ke provinsi.

Sementara saat petugas melakukan razia seringkali bocor, dengan tidak menemukan para nelayan lakukan pengeboman ikan, karena mereka sudah mengetahui kalau petugas akan melakukan razia.

“Para nelayan yang melakukan pengeboman ikan itu juga memiliki mata-mata, dengan membawa tiga HP yang digunakan untuk melakukan komunikasi,” ujar Hariyadi Surenggana seraya menambahkan nelayan yang lakukan pengeboman ikan juga selalu jeli dalam melihat situasi di lapangan, agar perbuatannya tidak diketahui oleh petugas yang lakukan patroli maupun razia.

Ia menambahkan, kesulitan yang dialami petugas juga, karena lokasi pengeboman ikan terjadi di tengah laut, sehingga pada waktu petugas akan bergerak di lokasi tersebut keburu nelayan yang lakukan pengeboman ikan melarikan diri. Sehingga sulit untuk ditangkap atau dikejar.

Sementara pada sisi lainnya para nelayan terlalu mengambil gampangnya saja, dengan seenaknya melakukan pengeboman ikan, tanpa memperdulikan kondisi kelestarian alam yang ada di sekitarnya akan mengalami kerusakan.

“Sehingga inilah yang tentunya sangat kami sayangkan dengan sikap para nelayan yang lakukan pengeboman ikan tersebut. Akibat pengeboman ikan itu tentunya terumbu karang mengalami kerusakan, padahal terumbu itu habitat ikan,” tambah Hariyadi.(SR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here