Napi Lapas Mataram Dibekali Siraman Rohani

TADARUSAN ALQURAN: Para nara pidana Lapas Mataram yang beragama Islam sedang melakukan tadarusan Alquran.

Selama Bulan Puasa Ramadhan 1434 Hijriyah

Kepala KPLP Mataram, Purniawal, A.Md.IP., SH., MH
Kepala KPLP Mataram, Purniawal, A.Md.IP., SH., MH

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram memberikan pembekalan siraman rohani kepada seluruh nara pidana (napi) yang beragama Islam selama bulan Puasa Ramadhan 1434 Hijriyah. Siraman rohani itu berupa kultum dan kegiatan keagamaan lainnya seperti shalat taraweh berjamaah, tadarusan Alquran dan Nuzulul Alquran.

SHALAT TARAWEH: Suasana shalat taraweh berjamaah di Lapas Mataram.
SHALAT TARAWEH: Suasana shalat taraweh berjamaah di Lapas Mataram.

‘’Untuk imam shalat taraweh berjamaah, kita ambil dari luar Lapas Mataram. Jikalau imamnya itu berhalangan hadir, baru kita menggunakan warga binaan yang bisa menjadi imam. Sedangkan kegiatan tadarusan Alquran, dilakukan setelah selesai shalat taraweh berjamaah sampai pukul 23.00 Wita,’’ kata Kepala Lapas Mataram melalui Kepala KPLP Mataram, Purniawal, A.Md.IP., SH., MH kepada Lomboktoday.co.id di ruang kerjanya, Selasa sore (23/07).Selain siraman rohani, kata Purniawal, di bulan penuh berkah ini juga diberikan tambahan makanan yang bergizi. Artinya, selain disuguhkan menu standar, juga diberikan ekstra puding, kolak, bubur kacang ijo dan jajanan khas Ramadhan yang dapat dinikmati para nara pidana muslim pada saat berbuka dan makan sahur.

TADARUSAN ALQURAN: Para nara pidana Lapas Mataram yang beragama Islam sedang melakukan tadarusan Alquran.
TADARUSAN ALQURAN: Para nara pidana Lapas Mataram yang beragama Islam sedang melakukan tadarusan Alquran.

Sehingga dengan tambahan makanan yang bergizi tersebut, setidaknya diharapkan para nara pidana muslim itu dapat menjalankan ibadah puasanya dengan lebih khusuk dan tanpa ada hambatan sedikit pun.(cuci motor, Red), tetap berjalan seperti biasa. Bahkan, itu mendapat dukungan penuh dari warga binaan. Hal itu terbukti ketika Lomboktoday.co.id mewawancarai salah seorang nara pidana yang bekerja di pencucian motor Lapas Mataram.

‘’Walaupun dalam bulan Puasa Ramadhan, saya sangat senang mengikuti pekerjaan di luar ruang tahanan ini. Ya hitung-hitung sambil menunggu waktu berbuka puasa,’’ kata salah seorang nara pidana yang enggan namanya dipublikasikan.

Adapun jumlah nara pidana yang beragama Islam yakni sebanyak 550 orang dari 590 orang jumlah nara pidana di Lapas Mataram, dan sisanya adalah non muslim.(ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *