Usai Lebaran Mulai Penuntasan Pembelajaran KF Dasar

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Propinsi NTB menargetkan pembelajaran sisa penduduk yang masih buta huruf paling lambat dimulai awal Agustus 2013 ini. Penuntasan pembelajaran buta aksara difokuskan di dua kabupaten yakni Lombok Tengah dan Lombok Timur.

‘’Pokoknya setelah lebaran Idhul Fitri 1434 Hijriyah tahun ini, pembelajaran buta huruf itu sudah mulai dilaksanakan,’’ kata Kepala Dinas Dikpora Propinsi NTB, HL Syafi’i didampingi Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (PAUDNI) Dinas Dikpora NTB, Nuryanti di Mataram, Selasa (23/07).

Menurut Syafi’i, pihaknya saat ini masih melakukan verifikasi pengajuan proposal dari lembaga penyelenggara program keaksaraan fungsional (KF) tahun 2013. Hingga awal Juli 2013, jumlah lembaga yang mengajukan proposal untuk melaksanakan program penuntasan KF di dua kabupaten itu, sebanyak puluhan lembaga. Jumlah penyandang buta aksara tingkat dasar di Propinsi NTB pada tahun 2013 ini tersisa tinggal 35.890 orang warga.  Dengan rincian, Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 22.729 orang dan Kabupaten Lombok Timur sebanyak 13.161 orang.

‘’Tahun 2013 ini, warga buta huruf tingkat dasar tuntas dibelajarkan baik itu melalui bantuan APBD I, APBD II maupun bantuan dari APBN,’’ katanya.

Kepala Bidang PAUDNI Dinas Dikpora NTB, Nuryanti menambahkan, metode pembelajaran keaksaraan fungsional tahun 2013 ini tetap menggunakan sistim ‘block area’, khususnya anggaran yang bersumber dari dana APBD NTB. Selain itu, juga dengan menggunakan metode pembelajaran buta aksara pada tahun 2013 ini tetap menggunakan pola 32 hari belajar.

Pada tahun 2013 ini, katanya, Pemprop NTB mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar yang berasal dari APBD murni. Pada awalnya, anggaran yang bersumber dari APBD murni tahun 2013 ini untuk program keaksaran usaha mandiri (KUM) yang merupakan program lanjutan dari KF dasar. Tapi, karena minimnya anggaran KF yang bersumber dari APBN, maka sesuai dengan persetujuan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, jadi anggaran untuk KUM itu dialihkan untuk penuntasan pembelajaran KF dasar yang masih tersisa.

‘’Jumlah warga belajar yang akan dibelajarkan dari dana APBD NTB sebanyak 2.500 orang dengan rincian dana setiap warga belajar senilai Rp250 ribu,’’ sebut Nuryanti.

Sementara itu, untuk program penuntasan buta huruf yang bersumber dari APBN akan ditangani dan dikerjakan langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Dinas Dikpora NTB hanya sebagai pihak yang menyetujui proposal atau bagian administrasi saja, selanjutnya diserahkah langsung ke Kemendikbud RI.

‘’Sampai saat ini, kejelasan dari APBN yang dikelola langsung Kemendikbud belum jelas kapan realisasinya,’’ kata Nuryanti.

Nuryanti menambahkan, pihaknya akan lebih pro aktif untuk mempertanyakan pelaksanaan program penuntasan buta aksara di NTB yang menjadi tanggungjawab langsung Kemendikbud RI.

‘’Saya yang akan langsung ke Kemendikbud di Jakarta untuk mempertanyakan kapan mulai pelaksanaan pembelajaran KF dasar yang bersumber dari dana APBN. Karena dana dari APBD saja sudah nggak ada masalah dan sudah bisa dilaksanakan setelah lebaran nanti,’’ pungkasnya.(MN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *