Dewan “Loncat Pagar” dari PBR dinilai Enggan PAW

LOTIM,Lomboktoday.co.id – Meski sudah pindah partai untuk keperluan dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 namun anggota DPRD Lotim asal Partai Bintang Reformasi (PBR) sepertinya enggan untuk melaksanakan Pergantian Antar Waktu (PAW). Padahal jajaran Pimpinan DPRD Lotim telah melayangkan surat ke semua pimpinan Parpol yang anggotanya pindah partai untuk segera diusulkan proses PAW-nya.

Sejauh ini hanya empat pimpinan parpol saja yang merespons surat yang dilayangkan pimpinan DPRD Lotim tersebut. Diantaranya Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrat (PD) dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), sedangkan empat parpol lagi belum mengajukan usulan PAW seperti Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Patriot Indonesia (PPI) dan partai Pemuda dan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK).

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBR Lotim,Zainul Fahmi saat dikonfirmasi melalui via ponselnya, Kamis (25/7) mengatakan dirinya melihat kalau kader anggota DPRD Lotim dari PBR sepertinya enggan untuk di PAW. Meski mereka sudah pindah partai untuk kepentingan pencalekan dari Pileg 2014.

Sementara dalam peratutan KPU mengenai pencalekan sudah  baku dan jelas. Kalau bagi anggota DPRD Lotim yang pindah partai itu harus mengundurkan diri menjadi anggota DPRD Lotim. Untuk kemudian diusulkan pengantinya oleh partainya dengan kader yang lainnya.

“Kalau saya melihat kader PBR Lotim yang duduk di DPRD Lotim sepertinya tidak mau meninggalkan posisinya sekarang, meski sudah nyata-nyata pindah partai,” ujar Zainul Fahmi seraya mengatakan  Ketua DPC PBR Lotim juga pindah partai, akan tetapi belum mengusulkan proses PAW, sehingga ini yang menjadi masalah.

Zainul Fahmi mengatakan seharusnya KPU tegas dalam masalah ini. Dengan tidak memberikan menegakkan aturan yang sudah ada. Begitu juga kalau kadernya tidak mau mundur menjadi anggota DPRD Lotim,meski sudah pindah partai.

Maka tentunya tugas KPU untuk mencoret mereka dari Daftar Caleg Tetap (DCT) Pileg 2014 nantinya.Karena mereka sudah diberikan memilih, apakah tetap untuk menjadi anggota DPRD Lotim sampai masa berakhirnya ataukah menjadi Caleg.

Begitu pun kalau mereka maju menjadi caleg dari partai lain,untuk kemudian yakin akan menang nantinya. Maka alangkah baiknya untuk segera mengambil sikap tegas agar mengundurkan diri menjadi anggota DPRD Lotim ataupun sebaliknya.

“Kader PBR yang duduk di anggota DPRD Lotim masih mendua pikirannya, dengan tidak konsinten pada satu niat yang ada, apakah tetap menjadi anggota DPRD Lotim ataukah caleg melalui partai lain,” terang Fahmi seraya mengatakan dirinya akan segera mengkomunikasikan dengan pihak DPW PBR NTB mengenai persoalan ini agar partai tidak dirugikan.

Ditanya masalah surat yang dilayangkan pimpinan DPRD Lotim kepada pimpinan parpol, Zainul Fahmi selaku Sekretaris DPC PBR Lotim  mengaku dirinya belum menerima surat dimaksud, akan tetapi kemungkinan sudah ditangan ketua DPC PBR Lotim, hanya saja belum diproses.

“Karena dalam proses PAW itu juga nantinya Ketua DPC PBR Lotim akan ikut di PAW juga, karena beliau maju menjadi caleg dari partai lain. Kemungkinan mereka beranggapan kalau PBR ini partai yang akan mati, makanya tetap bertahan untuk menjadi DPRD Lotim walaupun sudah pindah partai,” tambah Zainul Fahmi. SR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *