Benteng Adonara, Situs Sejarah yang Terancam Punah

SITUS SEJARAH: Benteng di Dusun Liang Lolon, Adonara, Pulau Adonara, tampak tak terurus. [Kopong Gana/Lomboktoday.co.id]

ADONARA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Desa Adonara di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, menyimpan kekayaan tak terkira. Selain pesona alam yang tersembunyi di balik keasliannya yang tiada duanya, tempat ini pun menyimpan situs sejarah dan budaya yang terpendam dalam buminya yang selalu penuh misteri sedari dulu.

Situs sejarah dan budaya itu tak perlu digali untuk dipamerkan, karena semuanya ada di depan mata. Hanya, keinginan  untuk melestarikan, tampaknya masih di awan-awan.

Entah mengapa, semua yang sungguh berharga bagi kebanyakan daerah lain di seantero Nusantara ini, semuanya seakan dipandang tiada arti di Flores Timur ini. Ketika daerah lain bicara situs sejarah dan budayanya, daerah ini terkesan hanya menunjuk reruntuhan yang sedang bergerak menuju keruntuhan total.

Kalau memang tak dipugar sama sekali, adakah sekadar upaya untuk menjaga dan melestarikan apa yang tersisa? Sayang sekali, sejauh ini, kekayaan itu bagai terbengkalai seakan tiada arti.

Bagaiamana tidak? Salah satu situs sejarah berupa benteng yang berada di depan pintu masuk yang baru dari Dusun Liang Lolon, tampak ditumbuhi perdu liar dan sangat tak terurus. Demikianlah yang disaksikan Flores Bangkit.com, tadi siang, Minggu 4 Agustus.

Pertanyaannya, adakah cerita yang tersisa atas benteng tua yang batu-batuannya telah berserakan ke sana kemari ini? Atau hanya batu-batu bisu inilah yang menggemakan kejayaannya di zaman yang telah lalu di tengah kebisuan?

Benteng yang tak seberapa besar itu dilengkapi satu meriam kecil menghadap ke arah jalan masuk menuju Lewo Mur’en (Istilah yang dipakai kebanyakan orang Adonara dalam menyebut kampung asal). Namun meriam yang biasanya terlihat bertengger di jendela benteng yang menghadap jalan  masuk itu, tak terlihat sama sekali karena tertutup perdu.

Sementara bagian belakang benteng yang menghadap ke Lewo Mur’en Liang Lolon, dipenuhi tanaman perdu sehingga benteng yang konon peninggalan Portugis itu hampir tak terlihat.

Tidak hanya benteng, benda bersejarah lainnya pun hampir mengalami nasib yang sama dan akan disajikan dalam topik yang berbeda. Jika situs budaya dan sejarah terus menerus mengalami nasib yang sama seperti ini, mungkin tak akan butuh waktu terlampau lama untuk mengantarnya menuju kepunahan.

Jika situs sejarah dan budaya ini memang dianggap suatu kekayaan sejarah, tampaknya sungguh tak bijaksana membiarkan kekayaan ini terus menerus dalam keadaan telantar. Kecuali kalau memang sejarah dan  budaya yang ada mau dilupakan dan dicampakan untuk selama-lamanya.

Kalau masyarakat tak sanggup melakukannya, sangatlah penting bagi pemerintah untuk memiliki sepenggal hati dan martabat untuk mempertahankan warisan sejarah ini, sekadar sebagai suatu peringatan bahwa Adonara pernah memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang patut disejajarkan dengan daerah lain.(ama)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *