Semrawut, Pasar Ancak Ganggu Jalur Wisata

Jalur pariwisata yang terganggu akibat pasar semberawut. [lomboktoday/Danu Winata]

KLU, LOMBOKTODAY.CO.ID – Keberadaan pasar harian Ancak Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan tak hanya memberi kesan kumuh dan semrawut, namun juga dinilai kerap menganggu aktivitas lalu lintas di satu-satunya jalur menuju kawasan wisata Senaru tersebut.

Salah seorang pelaku wisata di kawasan wisata Senaru, Syamsul, mengatakan, untuk mengantisipasi potensi ganguan lalu lintas, terutama saat digelarnya pasar harian setiap kamis, pemerintah telah membangun areal pasar tradisional di dusun ancak sebagai lokasi sentral pasar harian di Bayan, namun karena kapasitas pasar tersebut tidak menampung banyaknya pedagan yang datang, akhirnya mereka nekat menggelar barang dagangannya hingga pingir jalan.

“Kondisinya sudah sangat semraut, pedagang menggelar lapak dagangannya hingga badan jalan. Sementara jalur itu merupakan satu-satunya jalur menuju kawasan wisata senaru,” cetusnya.

Kondisi itu, lanjut Syamsul, mungkin juga disebabkan lantaran minimnya petugas di lokasi yang mengatur para pedagang. Disamping makin meningkatnya jumlah pedagang yang datang dari berbagai daerah di Lombok utara untuk menjajakan barang dagangannya.

Sementara Kepala Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan, Kertamalif, mengaku telah beberapa kali mengajukan proposal pengadaan lahan kepada pemerintah daerah Lombok Utara untuk pembangunan pasar tradisonal yang lebih memadai, mengingat lokasi pasar yang sekarang merupakan tanah sewaan pemerintah Lombok Barat.

“Memang aktivitas pasar hanya diadakan setiap hari kamis, tapi karena kondisi pasar yang tidak teratur dengan baik, cukup mempengaruhi lalu lintas di jalur tersebut. aterkait proposal, hingga kini belum ada tanggapan positif,” katanya.(DNU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *