Diduga Banyak Jalur Illegal ke Tiga Gili

Penyeberangan Bangsal
Penyeberangan Bangsal
Penyeberangan Bangsal. (foto: Danu Winata/Lomboktoday.co.id)

KLU, Lomboktoday.co.idBeberapa lokasi penyeberangan menuju kawasan wisata tiga Gili yang berada di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, diduga tak mengantongi izin resmi dari pihak Koperasi Karya Bahari selaku lembaga yang menaungi keberadaan kapal boat angkut di daerah itu.

‘’Banyak yang tidak berizin, tapi anehnya masih tetap beraktivitas. Bahkan sebagian besar di luar pengawasan Dinas Perhubungan,’’ ungkap Ketua Badan Pemeriksa dan Pengawasan Pelabuhan, Nurudin kepada Lomboktoday, Minggu (18/08).

Sejak setahun terakhir, lanjut Nurudin, pihaknya pernah beberapa kali menggelar penertiban bagi para penyedia jasa penyeberangan (pemilik boat, Red) khususnya yang berada di pesisir Pemenang, namun tak membuahkan hasil. ‘’Sudah pernah kita coba tertibkan, tapi mereka mengaku mengantongi izin resmi, meskipun mereka tidak mampu menunjukan dokumen yang dimaksud saat dimintai petugas koperasi,’’ katanya.

Menyikapi informasi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata, Komunikasi dan Informatika (Dishubparkominfo) KLU, Sinar Wugiyarno, SH menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut dengan melakukan croscek lapangan dalam waktu dekat.

‘’Informasi itu sudah kita terima, kita akan segera croscek kebenarannya ke lapangan. Jika benar ditemukan, maka akan kita tindak. Namun, tahap awal akan kita berikan sosialisasi, agar tidak menimbulkan masalah,’’ tuturnya.

Setidaknya terdapat lebih dari lima lokasi penyeberangan di Lombok Utara (terkosentrasi di pesisir Pantai Pemenang, Red),  terindikasi illegal. Akibat kondisi tersebut, pihak koperasi  mengaku mengalami kerugian tidak sedikit. Dalam kebijakan regulasi yang diterapkan pihak koperasi, seluruh pemilik boat yang tergabung dalam keanggotaan diharuskan memperbaharui surat izin per enam bulan sekali, dengan biaya sebesar Rp16 juta per boat.(DNU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *