BPD Tambak Sari Pertanyakan Rencana Operasional Tambak Udang

KSB,Lomboktoday.co.id – Warga Desa Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai mempertanyakan adanya wacana tentang rencana beroperasinya kembali tambak udang di lahan eks PT Sekar Abadi Jaya (PT SAJ) oleh pihak PT Bumi Harapan Jaya (PT BHJ) di Desa setempat.

Pasalnya, sejak ditinggalkan PT SAJ beberapa tahun lalu, warga Desa yang umumnya merupakan mitra plasma tambak udang SAJ merasa belum pernah melepaskan hak atas petak tambak udang tersebut. Sehingga warga merasa tetap memiliki hak atas lahan itu.

“PT. BHJ telah melakukan  persiapan pengoperasian sejumlah petak di tempat itu, namun hingga saat ini belum ada sosialisasi dan penjelasan lebih lanjut tentang pemanfaatannya kepada warga eks plasma, dan pemerintah desa,” kata Ketua BPD Tambak Sati, Rahmad Hidayat.

Dijelaskan, pada saat tambak udang ini berhenti operasi tahun 2000 lalu, pihak plasma telah didatangi sekelompok orang yang meminta menandatangani kertas kosong, yang dijelaskan kalau tanda tangan tersebut bertujuan untuk mendapat uang masa tunggu sebesar Rp 1 juta per keluarga, namun dengan adanya rencana operasi saat ini, pihak plasma mengaku tidak di libatkan.

Menurutnya, pihaknya juga sempat mendatangi pihak perusahaan untuk mengklarifikasi hal ini, namun pihak perusahaan saat itu tidak bersedia.

“Dalam waktu dekat ini kami akan mendatangi DPRD dan Pemda KSB untuk dapat memanggil pihak perusahaan sebelum masyarakat melakukan tindakan sendiri-sendiri. Karena kami pada saat mendatangi perusahaan tidak ditemui oleh penanggung jawab
kegiatan di tempat itu, dan terkesan masa bodoh dengan kehadiran kami,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga, Rustam mengatakan, pihaknya telah meminta kepada pihak Desa untuk menyampaikan hal ini kepada Perusahaan, dan diharapkan untuk tidak menggunakan lahan tambak tersebut sebelum ada kejelasannya kepada plasma.
“Kami tetap akan pertahankan, karena selama ini kami tidak pernah mengalihkan hak atas petak tersebut, sampai saat ini”, terang Rustam.

Selain itu dia juga menjelaskan terdapat sejumlah petak, yang rencana dioperasikan saat ini oleh PT. BHJ terdapat petak milik plasma yang tidak menandatangani dan tidak mau menerima uang satu juta tersebut dengan dikhawatirkan akan seperti saat ini dan termasuk dirinya.

Dijelaskannya, selama tambak ditinggalkan oleh PT. SAJ, tahun 2000 lalu,  dia telah melakukan proses akad kredit dengan pihak perusahaan, dia telah membayar cicilan atas petak tersebut sebanyak 2 kali panen, dengan cara dipotong dari hasil panen yang di dapatnya namun setelah begini pihak perusahaan terkesan lepas tangan dan tidak ada tanggung jawabnya.

“Tindakan perusahaan adalah pembodohan dengan minta tandatangan di atas kertas kosong kemudian sekarang hak kami hilang atas petak tersebut, dan ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya. RMT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *